Kopdes Tukangkayu Banyuwangi Masuk 10 Besar Terbaik Jatim, Omzet Tembus Rp 200 Juta per Bulan

oleh -112 Dilihat
IMG 20260719 WA0003
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau Kopdes Tukangkayu, Banyuwangi. (Foto: Muhammad Ikhwan)

KabarBaik.co, Banyuwangi – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) Tukangkayu, Banyuwangi, masuk dalam 10 besar Kopdes terbaik di Jawa Timur. Koperasi tersebut mampu mencatat omzet hingga Rp 200 juta per bulan saat pasokan barang subsidi tersedia penuh.

Pengakuan itu disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau Kopdes Tukangkayu, Sabtu (18/7). Dari 1.097 Kopdes yang telah beroperasi di Jawa Timur, Kopdes Tukangkayu dinilai menjadi salah satu yang memiliki kinerja terbaik.

“KKMP Tukangkayu ini masuk 10 besar di Jawa Timur. Semangat pengelolanya sangat luar biasa. Tinggal bagaimana operasionalnya terus diperkuat agar manfaatnya semakin besar bagi masyarakat,” kata Khofifah.

Khofifah mengatakan, koperasi tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan ekonomi kerakyatan yang telah berjalan baik. Kopdes Tukang Kayu telah memiliki izin dan beroperasi secara aktif.

“Saya juga keliling ke 8.494 desa/kelurahan di Jatim ingin memastikan bahwa mereka secara badan hukum telah memilikinya,” tutur Khofifah.

Menurutnya, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kekuatan pengelolaan serta dukungan seluruh ekosistem, termasuk kelancaran pasokan kebutuhan pokok bersubsidi.

Ia mendorong berbagai produk lokal, termasuk kopi dan lainnya bisa dipasarkan menggunakan brand Kopdes Merah Putih seperti yang telah dilakukan Kopdes Tukangkayu.

“Jadi KDKMP ini bisa berjalan secara produktif kalau semua ekosistem ini juga memberikan support,” tegas Khofifah.

Selain itu, Khofifah turut memastikan akses beras SPHP, Minyakita, gula, hingga LPG 3 kilogram di Kopdes Merah Putih berjalan lancar. “Kalau stok selalu tersedia, koperasi akan semakin produktif dan ekonomi kerakyatan akan semakin kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kopdes Tukangkayu, Imam Maskun mengatakan, koperasi saat ini fokus mengembangkan gerai sembako dengan menggandeng Bulog dan Pertamina Patra Niaga sebagai mitra penyedia kebutuhan pokok.

Menurut Imam, omzet koperasi pada kondisi normal berkisar Rp 130 juta hingga Rp140 juta per bulan. Namun saat pasokan beras SPHP, Minyakita, gula, dan komoditas subsidi lainnya tersedia lancar, omzet meningkat hingga Rp 150 juta-Rp 200 juta per bulan.

“Kalau barang subsidi lancar, omzet kami bisa mencapai Rp 150-Rp 200 juta per bulan. Masyarakat sangat antusias karena bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Imam.

Ia berharap distribusi barang subsidi ke koperasi semakin mudah sehingga manfaat koperasi bagi masyarakat terus meningkat sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja di Banyuwangi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.