Trump Tuduh China Intervensi Pemilu AS dengan Kuasai 220 Juta Data Pemilih

oleh -54 Dilihat
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

KabarBaik.co, AS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding China telah mencuri 220 juta berkas pemilih AS sejak siklus pemilihan umum 2020 dalam “pembobolan data pemilu terbesar dalam sejarah”.

Dalam pidato yang disiarkan, Jumat, Trump mengumumkan penyingkapan data intelijen yang disebutnya membuktikan intervensi asing besar-besaran dan kerentanan parah dalam sistem pemilu AS.

Mengutip data CIA, Trump mengatakan pada pertengahan 2018, atau pada masa jabat pertamanya sebagai presiden, Partai Komunis China (PKC) menetapkan kebijakan untuk “memanfaatkan semua elemen domestik dan asing” untuk melawannya.

Hal tersebut, kata Trump, adalah supaya jumlah suara yang memilihnya kembali dalam pemilu presiden 2020 berkurang, supaya dirinya mengundurkan diri, atau supaya dirinya gagal terpilih lagi.

Ia menambahkan bahwa puluhan berkas laporan penting dari CIA dan Badan Keamanan Nasional (NSA) terkait intervensi pemilu AS oleh China saat itu tidak diungkapkan kepadanya.

Trump menuduh pemerintah China berupaya mencari jurnalis AS yang membuat laporan jelek tentangnya dan mencoba memberi imbalan finansial kepada mereka untuk melanjutkan hal tersebut.

“Sebagaimana sebuah asesmen, kami menyimpulkan bahwa lawan-lawan AS, termasuk setidaknya Rusia, China, Iran, Korea Utara, dan kelompok non-negara lainnya, memiliki kemampuan menggembosi infrastruktur pemilu AS,” kata dia.

Presiden AS mengeklaim bahwa pengungkapan ini menunjukkan sistem pemilu yang “sangat rusak dan rentan” sehingga tidak ada satu pun yang dapat mempertahankannya.

“Ratusan juta berkas pemilih AS saat ini ada di tangan pemerintah asing,” ucap Trump.

Ia kemudian mengatakan bahwa meski dengan ratusan ribu individu non-warganegara dan yang sudah meninggal masih belum dihapus dari daftar pemilih, masih belum ada peraturan nasional yang mewajibkan identitas atau bukti kewarganegaraan AS untuk pemilu.

“Besok, Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin akan melangsungkan taklimat untuk menjabarkan hasil kerja departemennya yang mengkonfirmasi kerentanan siber dalam sistem pemilu elektronik kita,” kata dia.

Ia mengatakan bahwa departemen tersebut juga akan menyampaikan potensi masalah di wilayah masing-masing kepada para gubernur, senator, dan anggota DPR AS.

“Tetapi yang terpenting, dalam mengatasi krisis keamanan pemilu seperti ini, Kongres sepatutnya mengesahkan ‘UU Selamatkan Amerika’,” kata Trump, merujuk pada RUU yang mewajibkan bukti kewarganegaraan bagi pemilih tetapi tertahan di Kongres AS. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.