KabarBaik.co, Nganjuk – Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah di tingkat nasional. Melalui gelaran Harmoni Budaya Kabupaten Nganjuk, pemkab sukses memukau penonton di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menghadirkan kolaborasi teater kontemporer dan wayang kulit dengan lakon Sang Seno yang dibawakan oleh Dalang Akbar Syahalam
“Pergelaran ini dibuka secara simbolis dengan penyerahan gunungan dan lakon wayang oleh Bupati Nganjuk bersama Wakil Bupati Nganjuk,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Nganjuk, Gunawan Widagdo, Senin (20/7).
Kegiatan tahunan ini menjadi ajang promosi budaya sekaligus produk unggulan Kabupaten Nganjuk kepada masyarakat luas, khususnya bagi masyarakat perantauan asal Nganjuk di wilayah Jabodetabek.
“Pagelaran seni tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk bersama Sanggar Seni Asta Brata,” jelas Gunawan Widagdo.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan bahwa seni tradisi harus terus diberi ruang untuk berkembang seiring dengan kemajuan zaman.
Menurutnya, perpaduan antara teater kontemporer dan wayang kulit merupakan inovasi yang mampu menghadirkan pertunjukan budaya yang menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur di dalamnya.
“Budaya merupakan jati diri bangsa. Melalui pertunjukan seperti ini, kita ingin memperkenalkan kekayaan seni Kabupaten Nganjuk kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus mengajak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan leluhur,” ungkap Kang Marhaen sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam nguri-uri budaya, termasuk memperkenalkan salah satu warisan budaya khas daerah, yakni Wayang Timplong, kepada masyarakat nasional.
Pergelaran berlangsung meriah dengan memadukan unsur dramatik teater, tata artistik modern, musik pengiring, serta pakeliran wayang kulit yang sarat pesan moral. Lakon Sang Seno mengangkat nilai-nilai kepemimpinan, keteguhan hati, keberanian, serta pengabdian kepada masyarakat yang tetap relevan dengan kehidupan saat ini.
Keikutsertaan Kabupaten Nganjuk dalam panggung budaya nasional di TMII menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi daerah sebagai salah satu pusat pelestarian seni dan budaya di Jawa Timur.






