KabarBaik.co, Nganjuk – Langkah strategis guna mengamankan stok pangan nasional terus digenjot di tengah ancaman musim kemarau.
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar aksi gerakan tanam padi serentak yang dipusatkan di Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (18/7).
Gerakan masif ini dilaksanakan secara berbarengan di 21 provinsi di Indonesia guna mengejar target luasan lahan hingga 105 ribu hektare.
“Gerakan tanam padi serentak ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan lahan hasil program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR),” ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI, Idha Widi Arsanti, di sela-sela kegiatan.
Langkah percepatan ini dinilai sangat penting agar lahan-lahan yang telah dibuka melalui program stimulus pemerintah bisa segera produktif dan menghasilkan.
Melalui strategi ini, pemerintah optimis ketersediaan pangan tetap terjaga kuat meski harus berhadapan dengan tantangan musim kemarau yang mulai melanda.
Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa optimalisasi ini tidak hanya menyasar wilayah tertentu, melainkan juga menyentuh potensi-potensi lahan basah yang ada di Pulau Jawa.
“Dengan beberapa kali tanam, kita melakukan gerakan tanam ini. Kami berharap upaya khusus untuk mengoperasionalkan Brigade Pangan tidak hanya di luar Jawa, tetapi juga lahan-lahan rawa di Pulau Jawa bisa dioptimalkan,” lanjut Idha.
Ia juga menekankan bahwa seluruh lahan yang telah mendapatkan intervensi dan bantuan dari pemerintah harus segera dimanfaatkan tanpa menunda.
Lahan Oplah dan CSR kini terus didorong agar segera ditanami, baik oleh para petani lokal maupun melalui manajemen Brigade Pangan.
Melalui sinergi yang kuat di lapangan, gerakan ini diharapkan mampu memangkas waktu jeda tanam dan meningkatkan produktivitas secara signifikan.
“Gerakan tanam serempak ini diharapkan mendukung dan menyegerakan pelaksanaan tanam yang dilakukan para petani,” pungkas Idha.
Agenda percepatan tanam di Nganjuk ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat.
Seluruh elemen mulai dari penyuluh pertanian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga Brigade Pangan diterjunkan langsung untuk mengawal dan mendampingi proses tanam di lapangan.
Dengan sokongan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang modern dan mumpuni, target swasembada pangan nasional diyakini dapat tercapai secara maksimal.
Dalam kegiatan tersebut Kepala BPPSDMP Kementan RI juga berdialog langsung dengan para petani dari 21 provinsi secara daring (online).
Melalui forum virtual tersebut, ia mendengarkan langsung berbagai cerita keberhasilan sekaligus menampung keluhan serta aspirasi dari para pahlawan pangan di daerah demi perbaikan sektor pertanian ke depan.






