KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memacu penguatan ekonomi lokal melalui transformasi sektor pertanian. Berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Pemkab Jember resmi meluncurkan Inkubator Agribisnis UKRI di Kecamatan Jenggawah.
Langkah strategis ini dirancang untuk menjembatani sinergi lintas sektor melibatkan pemerintah daerah, kalangan akademisi, kementerian, pelaku industri, hingga lembaga keuangan. Pada tahap awal, program fokus membangun ekosistem pertanian modern berbasis komoditas jagung.
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan pentingnya mengubah cara pandang dalam mengelola potensi pertanian. Menurutnya, tantangan utama saat ini terletak pada kemampuan memberi nilai tambah (added value) pada hasil panen, bukan sekadar mengejar kuantitas produksi.
“Potensi pertanian Jember sangat melimpah. Kehadiran inkubator ini diharapkan mampu mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tinggi, sehingga efektif menyerap tenaga kerja dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” ungkap Gus Fawait.
Ia juga menargetkan Jember dapat menjelma sebagai role model nasional dalam pengembangan agribisnis berkelanjutan yang mengandalkan inovasi dan kemitraan.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Pertanian UKRI, M. Arief A. Bisma, menjelaskan bahwa wadah ini akan berfungsi sebagai pusat edukasi dan pendampingan menyeluruh bagi para petani serta pelaku usaha.
Layanan yang diberikan mencakup, lptimalisasi pengolahan komoditas agar bernilai jual tinggi mempermudah pembiayaan usaha bersama lembaga keuangan dan membuka jalan distribusi produk hingga ke pasar yang lebih luas.
“Fokus utama kami adalah mengawal hilirisasi komoditas jagung. Kami ingin melahirkan wirausahawan muda (agropreneur) baru sekaligus menaikkan kelas UMKM pangan berbasis potensi lokal,” tutur Arief.
Inisiatif ini makin solid berkat dukungan berbagai pihak, seperti Kementerian UMKM, PT Syngenta, PT YKB Merah Putih, sektor perbankan, serta gabungan kelompok tani setempat. Melalui integrasi rantai pasok dan kemudahan permodalan, program ini optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jember yang inklusif dan berkelanjutan. (*)






