KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember segera meluncurkan program pelayanan kesehatan jemput bola berbasis Homecare dan Telemedicine. Terobosan ini dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat rentan langsung di kediaman mereka, khususnya kelompok miskin dan miskin ekstrem.
Bupati Jember, Gus Fawait, mengungkapkan bahwa program ini digagas berdasarkan fakta di lapangan. Bagi kelompok kurang mampu, beban finansial terbesar sering kali bukan hanya biaya medis, melainkan ongkos transportasi serta akomodasi menuju fasilitas kesehatan (faskes).
“Bagi saudara-saudara kita yang miskin ekstrem, kendalanya bukan sekadar biaya berobat. Biaya untuk transportasi dan logistik saat harus keluar rumah menuju Puskesmas atau RS terutama yang butuh perawatan jangka panjang menjadi beban yang sangat berat,” ungkap Gus Fawait, Rabu (22/7).
Melalui skema Homecare, tim medis akan memprioritaskan kunjungan berkala ke rumah warga yang membutuhkan perhatian khusus.
Tidak sekadar membawa obat dan peralatan medis dasar, tenaga kesehatan yang berkunjung juga dibekali teknologi Telemedicine. Fasilitas ini memungkinkan pasien berkonsultasi langsung secara daring dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga dokter subspesialis tanpa perlu mengantre di rumah sakit.
Guna melengkapi dukungan medis tersebut, Pemkab Jember juga menyalurkan bantuan bahan pokok (sembako) kepada setiap penerima manfaat layanan Homecare. Langkah ini merupakan bagian dari strategi terpadu penanganan kemiskinan di wilayah Jember.
Gus Fawait menegaskan bahwa integrasi layanan kesehatan ini bertujuan untuk menjamin kesetaraan hak sehat bagi seluruh warga sekaligus mencegah masyarakat jatuh dalam kemiskinan yang lebih dalam akibat dampak ekonomi dari penyakit menahun.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga miskin di Jember yang terhambat berobat. Layanan kesehatan kini hadir langsung di pintu rumah mereka,” pungkasnya. (*)






