KabarBaik.co, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, terus mendorong percepatan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di kawasan pesisir selatan Kabupaten Jember. Infrastruktur strategis ini diproyeksikan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus membuka akses pengembangan pariwisata dan UMKM bagi masyarakat pesisir.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menilai keberadaan JLS akan berdampak besar terhadap konektivitas wilayah selatan. Selama ini, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi luar biasa namun belum tergarap maksimal akibat keterbatasan akses infrastruktur.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menjelaskan, pembangunan JLS sebenarnya telah dimulai sejak beberapa tahun lalu, namun sempat terkendala hingga penyelesaiannya tertunda. Untuk mempercepat kelanjutan proyek tersebut, Pemkab Jember melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat guna mengamankan dukungan anggaran.
“Kami sudah melakukan komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat. Alhamdulillah, kelanjutan pembangunannya telah disetujui pada tahun 2026 ini dan diproyeksikan rampung pada 2029 mendatang,” ujar Gus Fawait saat dikonfirmasi, Rabu (27/5).
Gus Fawait menambahkan, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran fantastis mencapai Rp 3 triliun untuk merampungkan proyek JLS di wilayah Jember bagian selatan tersebut. Keberadaan JLS diyakini akan membuka akses ke berbagai destinasi wisata pesisir mulai dari Kecamatan Kencong, Gumukmas, hingga Puger yang potensinya tidak kalah bersaing dengan daerah lain di Jawa Timur.
Peningkatan infrastruktur ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan memicu lahirnya pusat-pusat ekonomi baru. “Dengan adanya JLS, daya tarik wisatawan ke pantai selatan akan meningkat dan menjadi pemantik perputaran ekonomi baru di sini,” imbuhnya.
Menurut Gus Fawait, potensi kawasan selatan Jember tidak hanya terletak pada keindahan pantainya, melainkan juga kekayaan alam lain seperti gugusan pulau kecil yang eksotis hingga hasil laut yang melimpah.
Pemkab Jember optimistis kehadiran JLS akan langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Terlebih, berdasarkan data pemerintah daerah, kawasan pesisir selatan saat ini masih menjadi salah satu wilayah dengan angka kemiskinan yang cukup tinggi di Kabupaten Jember.
Pembangunan infrastruktur ini pun dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi. “Berdasarkan data, wilayah pesisir pantai selatan ini memang salah satu kantong kemiskinan. Jika JLS ini dikembangkan, kesejahteraan masyarakat bisa terangkat,” terangnya.
Selain sektor pariwisata, JLS juga diprediksi akan menyuburkan pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sepanjang jalur tersebut seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan.
“Jika JLS sudah terhubung, otomatis banyak UMKM yang akan tumbuh. Sektor wisatanya juga akan menarik pengunjung, bukan hanya wisatawan lokal tetapi juga dari luar daerah,” pungkas Gus Fawait. (*)






