KabarBaik.co, Sidoarjo – Dedikasi guru yang mengajar di sekolah-sekolah terpencil di Kabupaten Sidoarjo dinilai layak mendapat penghargaan lebih. Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) segera mengkaji kenaikan insentif hingga tiga kali lipat bagi para guru yang bertugas di wilayah dengan akses sulit.
Usulan itu disampaikan Dhamroni saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Kupang 4, Kecamatan Jabon. Dari hasil peninjauan, ia melihat langsung beratnya perjuangan para guru yang setiap hari harus melewati jalan rusak dan minim fasilitas demi memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Menurut Dhamroni, perhatian pemerintah terhadap sekolah terpencil tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan. Kesejahteraan guru juga harus menjadi prioritas karena mereka menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan sekolah di wilayah perkotaan.
“Tadi saya menambahkan dan menitipkan kepada Dikbud agar ada perhatian khusus untuk sekolah yang ada di wilayah terpencil seperti ini. Salah satu yang saya dorong adalah kajian peningkatan insentif, kalau bisa dinaikkan sampai 3 kali lipat,” ujar Dhamroni, Selasa (21/7).
Selain insentif, ia juga meminta adanya kajian terkait tunjangan transportasi. Kondisi jalan menuju SD Kupang 4 yang masih berupa jalur produksi tambak membuat kendaraan para guru lebih cepat mengalami kerusakan sehingga biaya operasional mereka ikut meningkat.
“Kalau dulu insentifnya Rp500 ribu, ya kalau tiga kali lipatnya bisa jadi Rp1,5 juta. Masalah regulasi monggo dicari, apakah butuh Perbup atau SK Bupati, nanti kita dorong demi mengapresiasi dedikasi mereka,” tegasnya.
Politikus PKB itu juga memastikan para guru tidak perlu ragu menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. DPRD sendiri siap menjembatani untuk menyampaikan aspirasi demi meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah terpencil.
“Jangan pernah takut selama yang diajukan adalah aspirasi demi peningkatan mutu pendidikan dan kebaikan anak-anak didik. Kalau ada ketakutan, kan ada kita di DPRD,” ujarnya.
Tak hanya memperjuangkan kesejahteraan guru, Komisi D juga akan berkoordinasi dengan Komisi C serta Dinas Perikanan agar akses jalan menuju sekolah segera mendapat perhatian. Jalan tersebut menjadi satu-satunya akses bagi guru dan siswa sekaligus jalur utama aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Dalam kesempatan itu, Dhamroni turut meminta agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan 3T menjadi prioritas. Menurutnya, sedikitnya jumlah siswa bukan alasan untuk mengurangi pelayanan pendidikan dari negara.
“Mau muridnya sedikit atau banyak, itu hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak, dan ini adalah tanggung jawab negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.
Dorongan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai wacana. Komisi D DPRD Sidoarjo berkomitmen mengawal kebijakan yang berpihak pada guru dan sekolah di daerah terpencil agar pemerataan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo benar-benar dapat terwujud.(*)






