Sosok Glory Harimas: Anak Muda Alumnus ITB, dari Balai Dewan Pakar ke Mafia Dapur MBG

oleh -638 Dilihat
GLORY MAFIA

KabarBaik.co, Jakarta- Di ruang tengah Balai Dewan Pakar, Jalan Prapanca II Nomor 19, Kebayoran Baru, aroma kemenangan politik itu pernah begitu pekat. Di sanalah, di sebuah bangunan yang juga akrab disebut House of GHS, ide-ide besar digodok.

Dokumen-dokumen akademik disusun, visi-misi politik dirajut, dan para relawan lintas sektor berkumpul. Di balik hiruk-pikuk gerakan pemikir pendukung Prabowo-Gibran kala itu, ada satu nama anak muda yang menjadi motor utamanya: Glory Harimas Sihombing.

Glory boleh jadi representasi perfect dari apa yang diidamkan generasi muda hari ini. Dikenal cerdas, bervisi global, dan peduli pada keberlanjutan bumi. Alumnus Program Studi Biologi Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2010 dan lulus 2014 itu bukan pemuda sembarangan. Rekam jejak digitalnya dipenuhi deretan portofolio mentereng di dunia investasi hijau (green investment) dan modal ventura internasional.

Nama-nama korporasi raksasa seperti McKinsey & Company, SYSTEMIQ, hingga Global Founders Capital tercatat dalam riwayat karier profesionalnya. Golry bahkan mendirikan Carbon Offset Asia dan menjadi Founding Partner di Global Green Capital, sebuah institusi yang mendanai proyek-proyek ramah iklim di Asia Tenggara.

Glory adalah anak muda yang biasa berbicara di podium, mendiskusikan masa depan emisi karbon dan teknologi kelestarian lingkungan Bahkan di panggung dunia.

Karpet Merah dan Inovasi Berujung Akses Istimewa

Ketika transisi pemerintahan dimulai, Glory membawa keahliannya ke sektor yang sangat krusial. Ketahanan pangan. Melalui sebuah yayasan yang didirikannya, Indonesia Food Security Review (IFSR), ia mengambil peran strategis sebagai bagian dari pengawal program unggulan nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini semakin diperkuat dengan peluncuran buku strategi IFSR untuk akselerasi 32.000 titik dapur.

Di sinilah reputasi Glory sebagai inovator semakin meroket. Pada Oktober 2025, ia menjadi sorotan saat meluncurkan inovasi teknologi pengawasan berbasis digital untuk program MBG. Sistem ini digadang-gadang sebagai pilar transparansi, mampu memantau distribusi dan standardisasi gizi secara real-time langsung dari dapur-dapur komunitas yang tersebar di Ciputat, Yogyakarta, hingga Karawang. Lewat gagasan-gagasan visioner dari Balai Dewan Pakar, Glory tampak seperti pahlawan baru di sektor pemenuhan gizi nasional.

Namun, kedekatan intelektual dan politik itu justru membentangkan karpet merah yang salah. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa GHS mendapatkan “akses istimewa” langsung dari eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Pof Dadan Hindayana, yang sudah lebih dulu dijebloskan ke tahanan.

GLORY ITB

Akses tersebut memungkinkan yayasan milik Glory menguasai otoritas penentuan lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebagai ”ordal”,  Glory bahkan diberi wewenang istimewa untuk berkomunikasi langsung dengan tim verifikator BGN, hingga mampu melakukan rollback atau memanipulasi status sistem koordinat dapur sesuka hati

Panggung megah yang dibangun lewat intelektualitas itu mendadak runtuh dalam semalam. Pada Kamis malam, 18 Juni 2026, Gedung Bundar Kejagung resmi menetapkan Glory sebagai tersangka keenam dalam pusaran korupsi tata kelola MBG.

Ironi itu terasa sangat menyengat. Sosok yang semula dipercaya mendesain transparansi program pangan, justru diduga menjelma menjadi broker proyek. Jaksa membeberkan modus operandi Glory. Dia memperjualbelikan titik lokasi dapur SPPG kepada pengusaha swasta yang tergiur ikut mengelola proyek MBG. Setiap titik dapur tersebut diduga dibanderol dengan tarif fantastis mencapai Rp 100 juta per titik.

Uang hasil memalak jatah dapur anak sekolah itu tidak dinikmati Glory sendirian. Dari hasil penyidikan, uang tunai dalam pecahan rupiah maupun valuta asing (valas) mengalir secara berkala sebagai setoran haram dari tangan Glory ke kantong Dadan Hindayana.

Hubungan kemitraan strategis yang awalnya bertujuan mengentaskan stunting, berubah menjadi skandal bagi-bagi jatah bernilai miliaran rupiah. Sementara anak-anak penerima manfaat harus bertaruh dengan kelayakan jatah hanya Rp 6.000 hingga Rp 10.000 per hari. Tragedi keracunan massal pun beberapa kali  terjadi di banyak daerah.

Akhir Babak Sang Pakar Muda

Malam itu, dengan balutan rompi tahanan berwarna merah muda nomor 06, langkah kaki sang alumnus ITB keluar dari Gedung Jampidsus menuju mobil tahanan dengan kepala tertunduk. Borgol tangan tertutupi. Penyidik langsung menjebloskannya ke Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung untuk 20 hari ke depan demi kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Glory kini dijerat dengan Pasal 12 huruf a, huruf b, dan huruf g Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Inovasi teknologi digital yang dulu dibanggakan, kini menyisakan catatan kelam, dan label “anak muda visioner” dari Balai Dewan Pakar itu kini resmi berganti coretan miring di ruang publik: Sang “Mafia Dapur MBG”.

Perjalanan Glory adalah potret tragis dari sebuah potensi besar yang karam di pusaran kekuasaan dan proyek bernilai triliunan rupiah. Dari ruang diskusi penuh gagasan di Prapanca, langkah kaki sang pakar muda kini harus terhenti di balik jeruji besi, menyisakan pelajaran mahal tentang bagaimana integritas diuji saat modal intelektual bertemu dengan godaan anggaran negara. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.