KabarBaik.co, Malang – Camat Bantur Bayu Jatmiko meminta proses rehabilitasi SDN 1 Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang yang terdampak proyek pembangunan Jalan Nasional Gondanglegi-Balekambang dipercepat. Menurutnya, percepatan pembangunan sangat penting untuk menjamin keselamatan para siswa yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.
Bayu menjelaskan penanganan aset milik pemerintah berbeda dengan mekanisme ganti rugi kepada warga terdampak. Untuk masyarakat, dana ganti rugi dapat langsung diterima melalui rekening masing-masing. Sementara aset milik instansi pemerintah, seperti sekolah, kantor kecamatan, maupun Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), harus melalui mekanisme pemerintah dengan dana yang masuk ke kas daerah sebelum dibangun kembali.
“Kalau warga, dananya langsung masuk ke rekening masing-masing. Tetapi kalau sekolah, BPP, maupun kantor kecamatan, mekanismenya masuk ke kas daerah kemudian dibangun kembali oleh pemerintah,” ujar Bayu, Rabu (22/7).
Ia menilai SDN 1 Srigonco menjadi lokasi yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena merupakan fasilitas pendidikan yang setiap hari digunakan anak-anak. Kondisi bangunan yang terdampak proyek jalan dinilai berpotensi menimbulkan risiko apabila rehabilitasi tidak segera dilakukan.
Menurut Bayu, anak-anak belum memiliki kesadaran penuh terhadap potensi bahaya di sekitar lokasi proyek. Karena itu, ia berharap proses pembangunan dilakukan lebih cepat agar tidak menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, guru, maupun pemerintah desa.
“Harapan kami prosesnya dipercepat. Orang tua murid jangan sampai terus waswas, guru juga tidak waswas, begitu pula kepala desa dan camat. Potensi bahaya itu ada karena anak-anak belum memahami mana yang berbahaya dan mana yang tidak,” ungkapnya.
Selain membangun kembali ruang kelas, Bayu juga meminta agar fasilitas pendukung, terutama pagar sekolah, dibangun sesuai standar teknis konstruksi. Keberadaan pagar dinilai penting untuk melindungi siswa dari aktivitas lalu lintas maupun pekerjaan konstruksi di sekitar sekolah.
“Harus ada pagar yang representatif sesuai ketentuan teknis. Bangunan yang direhabilitasi juga harus lebih kuat dan lebih kokoh. Kontraktor harus serius mengerjakan proyek sesuai anggaran yang telah dialokasikan,” tegasnya.
Ia menambahkan percepatan rehabilitasi bukan semata-mata mengejar penyelesaian proyek, melainkan demi memberikan rasa aman bagi seluruh warga sekolah. Bayu menegaskan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan.
“Semakin cepat selesai tentu semakin baik. Karena tidak ada yang lebih tinggi daripada keselamatan manusia, terlebih anak-anak yang setiap hari belajar di sekolah tersebut,” pungkasnya. (*)






