SDN 1 Srigonco Malang Menanti Kepastian, Bangunan Tergusur Pelebaran Jalan Belum Juga Diganti

oleh -114 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 22 at 11.34.00 AM
Kondisi SDN 1 Srigonco saat ini, salah satu kelas dikepras akibat pelebaran jalan (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Proyek pelebaran jalan nasional yang menghubungkan Kecamatan Bantur menuju kawasan wisata Pantai Balekambang masih menyisakan persoalan bagi SD Negeri 1 Srigonco, Kabupaten Malang. Hingga kini, sekolah tersebut belum mendapatkan ruang kelas pengganti setelah salah satu bangunannya terdampak proyek.

Sejak ruang kelas dibongkar pada April 2026, sebanyak 17 siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang laboratorium. Sebelum menggunakan laboratorium, para siswa bahkan sempat belajar di musala sekolah karena keterbatasan ruang.

Kepala SDN 1 Srigonco Kuma’yah mengungkapkan rencana pelebaran jalan sebenarnya telah disosialisasikan sejak 2019. Menindaklanjuti hal tersebut, pihak sekolah pada awal 2022 mengajukan proposal kepada Bupati Malang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang agar dibangunkan fasilitas pengganti.

Proposal tersebut tidak hanya mencakup ruang kelas baru, tetapi juga ruang kepala sekolah, ruang guru, dan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang ikut terdampak penataan lahan.

“Sudah dua kali kami mengajukan proposal kepada Bupati dan Dinas Pendidikan. Yang diajukan meliputi ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang UKS, serta ruang kelas pengganti,” ujar Kuma’yah, Rabu (22/7).

Menurutnya, hingga saat ini sekolah belum menerima kompensasi maupun realisasi pembangunan gedung baru. Padahal saat sosialisasi pada 2019 sempat disampaikan adanya rencana bantuan sebesar Rp 211 juta. Menjelang pembongkaran bangunan, pihak sekolah kembali mendapat informasi akan memperoleh bantuan sekitar Rp 370 juta melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Malang untuk pembangunan ruang kelas pengganti.

Namun hingga pertengahan 2026, bantuan tersebut belum terealisasi. Akibatnya, proses belajar mengajar harus dilakukan dengan memanfaatkan ruang laboratorium yang sebelumnya dirapikan melalui kerja bakti bersama para wali murid agar layak digunakan sebagai kelas.

Keterbatasan sarana itu juga berdampak terhadap proses pembelajaran dan berpengaruh pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Saat ini SDN 1 Srigonco memiliki 124 siswa dengan didukung 12 tenaga pendidik dan kependidikan.

Pihak sekolah berharap Pemkab Malang bersama instansi terkait segera merealisasikan pembangunan ruang pengganti sehingga aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal dan para siswa memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.