Dinkes Blitar Tangani 264 Pasien ODGJ Berat, Layanan Psikiater Dilaksanakan Bergilir di Puskesmas

oleh -73 Dilihat
IMG 20260724 WA0040 scaled
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Kecamatan Sananwetan menjadi wilayah dengan jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat terbanyak di Kota Blitar. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mencatat sebanyak 264 pasien ODGJ berat mendapatkan pelayanan sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati mengatakan, dari 264 pasien, 103 di antaranya berasal dari Kecamatan Sananwetan. Rinciannya terdiri atas 58 laki-laki dan 45 perempuan. Sementara Kecamatan Sukorejo tercatat 84 kasus, sedangkan Kecamatan Kepanjenkidul sebanyak 77 kasus.

“Data tersebut merupakan pasien ODGJ berat yang mendapatkan pelayanan kesehatan selama Januari hingga Juni tahun ini,” ujarnya.

Silvia menjelaskan, seluruh pasien tetap mendapatkan pendampingan secara berkala. Dinkes menggandeng dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang, untuk memberikan pelayanan di Kota Blitar.

“Kegiatan pembinaan kami laksanakan minimal dua bulan sekali dengan menghadirkan dokter spesialis kejiwaan. Lokasinya bergilir di tiga puskesmas sehingga pasien lebih mudah mengakses layanan,” katanya.

Selain pembinaan, pasien juga rutin menjalani konsultasi melalui poli jiwa di puskesmas. Apabila memerlukan penanganan lanjutan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki layanan spesialis kesehatan jiwa (SPKJ).

“Kalau membutuhkan pelayanan lebih lanjut, pasien kami rujuk ke rumah sakit yang memiliki layanan SPKJ. Saat ini layanan BPJS untuk SPKJ di Kota Blitar tersedia di dua rumah sakit,” jelas Silvia.

Dia menegaskan, penanganan ODGJ tidak hanya mengandalkan pengobatan, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga agar pasien tetap rutin menjalani terapi. “Peran keluarga sangat penting untuk memastikan pasien tetap minum obat, kontrol sesuai jadwal, dan tidak putus pengobatan. Dengan begitu kondisi pasien dapat lebih stabil,” pungkasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.