15 Tahun Bangkit, BEI Dorong Pasar Modal Syariah Indonesia Mendunia

oleh -170 Dilihat
Ekonomi syariah
Investasi syariah tidak hanya menawarkan potensi keuntungan finansial, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan karena dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip Islam.

KabarBaik.co, Jakarta — Pasar modal syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Momentum kebangkitan tersebut kini memasuki usia 15 tahun sejak diluncurkannya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), penerbitan Fatwa DSN-MUI Nomor 80, serta implementasi Sistem Online Trading Syariah (SOTS) yang menjadi tonggak penting perkembangan industri investasi syariah nasional.

Dalam perjalanannya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus memperkuat ekosistem pasar modal syariah melalui edukasi dan kampanye publik yang semakin masif.

Pertumbuhan investor saham syariah pun menunjukkan tren positif. Berdasarkan data AB-SOTS, jumlah investor saham syariah meningkat 158 persen dalam lima tahun terakhir, dari 85.891 investor pada 2020 menjadi 221.714 investor per Maret 2026.

Sebagai bagian dari peringatan 15 tahun kebangkitan pasar modal syariah Indonesia, BEI, KPEI, dan KSEI dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menggelar Elevate 2026 yang terdiri dari IFN Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026 pada 20–23 Mei 2026 di Main Hall BEI, Jakarta.

Mengusung tema 15 Years Rising – Heading Worldwide, kegiatan tersebut dikemas dalam skala internasional sebagai upaya memperkenalkan pasar modal syariah Indonesia ke tingkat global.

Untuk memperkuat branding internasional, BEI juga menjalin kerja sama dengan Redmoney Group melalui penyelenggaraan IFN Indonesia Forum 2026 yang menjadi pembuka rangkaian Elevate 2026 menuju Sharia Investment Week (SIW) 2026.

SIW sendiri merupakan agenda unggulan pasar modal syariah BEI yang rutin digelar sejak 2019. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi investor syariah melalui berbagai talkshow, edukasi, dan expo guna meningkatkan literasi serta inklusi pasar modal syariah di Indonesia.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, mengatakan pasar modal syariah kini semakin relevan dan menjadi pilihan utama masyarakat dalam berinvestasi. Menurutnya, investasi syariah tidak hanya menawarkan potensi keuntungan finansial, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan karena dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip Islam.

“Pasar modal syariah bukan sekadar alternatif, tetapi telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin berinvestasi secara halal, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Irwan, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan, seluruh aktivitas dalam pasar modal syariah mengacu pada prinsip Islam yang melarang unsur riba, gharar atau ketidakpastian, serta maysir atau spekulasi. Selain itu, instrumen investasi yang diperdagangkan juga harus berasal dari kegiatan usaha halal dan dikelola melalui mekanisme yang sesuai syariah.

Di Indonesia, penerapan prinsip tersebut mengacu pada regulasi OJK dan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), sehingga seluruh proses mulai dari seleksi efek hingga transaksi tetap berada dalam koridor syariah.

Irwan menambahkan, transaksi saham syariah di BEI dilakukan secara transparan melalui sistem perdagangan yang adil. Saham yang dapat diperdagangkan merupakan saham yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan secara berkala oleh OJK.

“Investor tidak perlu ragu, karena seluruh proses sudah melalui pengawasan ketat regulator dan mengacu pada fatwa syariah yang berlaku,” katanya.

Dari sisi kinerja, pasar modal syariah Indonesia juga terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan semakin inklusif. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah investor, kapitalisasi pasar, serta aktivitas transaksi yang terus tumbuh.

Per Maret 2026, jumlah efek syariah tercatat mencapai 673 saham atau sekitar 70 persen dari total saham yang tercatat di BEI. Kondisi ini dinilai menjadi indikator kuat berkembangnya industri pasar modal syariah nasional.

Tak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, pasar modal syariah juga dinilai memiliki dimensi sosial yang kuat. Berbagai inovasi seperti wakaf saham, zakat saham, hingga sukuk berbasis wakaf menjadi bukti bahwa investasi dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pasar modal syariah menggabungkan aspek investasi dan nilai sosial. Ini yang menjadi kekuatan utama dalam mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Irwan.

Komitmen BEI dalam membangun ekosistem pasar modal syariah yang inklusif dan berkelanjutan juga mendapat pengakuan dunia internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar modal syariah Indonesia berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi di ajang Global Islamic Finance Awards (GIFA).

BEI tercatat pernah meraih penghargaan The Best Supporting Institution for Islamic Finance pada 2016–2018, The Best Emerging Islamic Capital Market of the Year pada 2018, serta The Best Islamic Capital Market pada 2019 hingga 2022.

Prestasi tersebut berlanjut dengan diraihnya GIFA Championship Award for Islamic Capital Market 2025, yang semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan perkembangan pasar modal syariah terbaik di dunia.

Ke depan, BEI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan partisipasi masyarakat di pasar modal syariah.

“Edukasi adalah fondasi. Ketika masyarakat paham, maka kepercayaan akan tumbuh, dan pada akhirnya pasar modal syariah akan berkembang lebih pesat,” tutup Irwan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.