2.768 Gempa Susulan Guncang Flores NTT, BMKG: Aktivitas Masih Fluktuatif

oleh -122 Dilihat
Kerusakan akibat gempa M 7,7 di NTT.
Kerusakan akibat gempa M 7,7 di NTT. (Foto: Ist/ANTARA)

KabarBaik.co, Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.768 gempa bumi susulan terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hingga Rabu (19/8) pukul 06.00 WITA, gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2. Sementara itu, gempa susulan dengan kekuatan paling kecil tercatat bermagnitudo 1,1.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyasmata mengatakan, ribuan gempa susulan tersebut masih menunjukkan aktivitas yang cukup dinamis.

“Total gempa bumi susulan hingga tanggal 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB atau 06.00 WITA, sebanyak 2.768 kejadian. Magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1,” kata Arief, seperti dilansir ANTARA.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5. BMKG juga mencatat 81 kejadian gempa susulan yang dirasakan oleh masyarakat.

Arief menjelaskan, aktivitas gempa susulan di Flores dan sekitarnya hingga kini masih bersifat fluktuatif. Kondisi tersebut terlihat dari grafik peluruhan gempa yang belum menunjukkan pola penurunan secara jelas.

“Dari grafik peluruhan masih fluktuatif dan belum terlihat jelas pola peluruhannya,” ujarnya.

Menurut Arief, kondisi tersebut membuat aktivitas gempa susulan masih berpotensi berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. BMKG memperkirakan aktivitas kegempaan baru mulai menunjukkan kondisi lebih stabil dalam dua hingga tiga pekan mendatang.

“Estimasi sekitar dua sampai tiga minggu ke depan akan stabil,” katanya.

BMKG, lanjut Arief, terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah Flores dan sekitarnya. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas.

Arief mengimbau warga untuk mengikuti informasi dan perkembangan gempa hanya melalui kanal resmi BMKG. Langkah tersebut penting untuk mencegah beredarnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan berpotensi menambah keresahan, terutama bagi masyarakat yang terdampak gempa.

“Hal ini untuk menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan apalagi yang dapat meresahkan masyarakat khususnya para korban gempa,” tutupnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.