Di Tengah 2.768 Gempa Susulan: Sudah 70 Nyawa Melayang, 31.000 Warga Bertahan di Tenda

oleh -81 Dilihat
GEMPA BENCANA

KabarBaik.co, Jakarta- Empat hari setelah guncangan dahsyat magnitudo 7,7 menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT) , bumi Flores belum juga tenang. Hingga Rabu (19/8) pagi, pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat sudah 2.768 gempa susulan terjadi. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan sudah berada di angka 70 jiwa.

Data terbaru Basarnas dan BNPB per Selasa (18/8) sore mengonfirmasi total 70 orang meninggal serta 132 orang luka-luka dengan rincian 40 luka berat dan 92 luka ringan. Belum ada lagi laporan warga yang hilang atau masih dalam pencarian. Korban terbanyak berasal dari Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

“Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas. Diperkirakan kondisi ini akan mulai stabil dalam dua sampai tiga minggu ke depan,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers.

Di balik angka-angka tersebut, ada wajah-wajah yang membuat dada sesak. Lebih dari 31.000 warga kini hidup sebagai pengungsi. Mereka tidur berdesakan di tenda-tenda darurat, di GOR Samador Maumere, di halaman sekolah yang retak, atau di pinggir jalan yang masih penuh puing.

Anak-anak menangis karena takut setiap kali tanah bergoyang lagi. Para lansia duduk diam menatap rumah yang dulu mereka bangun bertahun-tahun, kini tinggal reruntuhan. Ibu-ibu menggendong balita sambil antre air dan makanan dari dapur umum.

Dari total lebih dari 12.153 rumah yang terdampak, 6.578 unit rusak berat. Tak sedikit di antaranya rata dengan tanah. Sebanyak 1.660 rumah rusak sedang dan 3.915 rusak ringan.

Di desa-desa pelosok Manggarai Timur dan Manggarai, keluarga-keluarga kecil kini hanya memiliki satu tikar dan beberapa helai pakaian yang berhasil diselamatkan. Ada yang kehilangan seluruh harta benda, termasuk dokumen penting dan kenangan keluarga.

Fasilitas umum juga porak-poranda. Sebanyak 264 fasilitas pendidikan—sekolah dasar hingga menengah—rusak, sehingga ribuan anak terpaksa belajar di tenda atau menunda sekolah. Lalu, 83 fasilitas kesehatan terdampak, termasuk sembilan rumah sakit dan 74 puskesmas.

Dokter dan perawat bekerja keras di ruang gawat darurat yang semi-terbuka, merawat pasien di bawah terpal, sementara obat-obatan dan alat medis harus didatangkan dari luar pulau.

Di tengah mendung duka tersebut, solidaritas makin tumbuh. Relawan lokal, mahasiswa, dan warga dari kabupaten tetangga datang membawa bantuan mulai beras, air mineral, mi instan hingga selimut.

Pemerintah pun terus mengirim bantuan logistik, sembako, dan santunan. Namun, tentu kebutuhan masih sangat besar. Tenda yang lebih layak, air bersih, makanan bergizi untuk anak-anak, serta trauma healing bagi mereka yang kehilangan orang tercinta.

Dilaporkan, gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sementara yang terkecil 1,1–1,3. Sebanyak 24 kali guncangan di atas magnitudo 5 tercatat. Sebagian besar aktivitas masih terpusat di perairan utara Flores.

Masyarakat di beberapa tanah air juga terus berempati dan berbagi. Ya, setiap bantuan, doa, dan perhatian kecil sangat berarti bagi saudara-saudara di Flores yang masih bertahan di tengah ketidakpastian. Pemerintah dan tim gabungan pun fokus pada penyisiran, pemulihan infrastruktur, serta pendirian dapur umum dan rumah sakit lapangan.

Warga setempat diminta tetap waspada terhadap gempa susulan, menghindari bangunan yang retak, serta hanya mengakses informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD. Proses stabilisasi diperkirakan berlangsung hingga awal September. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.