Bulog Siapkan Jalur Darat, Laut dan Udara untuk Salurkan Bantuan Gempa NTT

oleh -85 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 18 at 3.53.38 PM
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (ist)

KabarBaik.co, Jakarta — Perum Bulog menyiapkan strategi distribusi berlapis untuk memastikan bantuan pangan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan distribusi logistik disesuaikan dengan kondisi akses di lapangan. Jalur darat menjadi pilihan awal, dengan sepeda motor diprioritaskan untuk menjangkau wilayah yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat akibat kerusakan jalan dan longsor pascagempa.

“Strategi kami, karena memang di sana banyak jalan longsor, jadi kami lebih menggunakan prioritas untuk yang pertama kendaraan sepeda motor. Untuk kendaraan roda empat enggak bisa masuk, kami gunakan sepeda motor,” kata Rizal, Selasa (18/7).

Jika jalur darat tidak memungkinkan, Bulog akan memanfaatkan jalur udara dan laut. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar bantuan dapat segera dikirim ke lokasi yang sulit dijangkau.

“Kalau sepeda motor enggak masuk, kami akan koordinasi dengan BNPB yang memiliki armada angkutan udara maupun angkutan laut. Nah, tadi malam kami sudah koordinasi dengan Kepala BNPB (Letjen TNI Suharyanto),” ujarnya.

Beras Disiagakan di Bandara dan Pelabuhan

Untuk mempercepat penyaluran, Bulog juga telah menempatkan cadangan beras masing-masing 10 ton di sejumlah simpul transportasi, terutama bandara dan pelabuhan.

Menurut Rizal, langkah tersebut memungkinkan bantuan segera bergerak ketika kebutuhan mendesak muncul. Dengan demikian, logistik tidak perlu terlebih dahulu diambil dari gudang utama yang berpotensi terkendala kondisi jalan.

“Ini pengalaman, kami kemarin di Aceh, di Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu lebih fleksibel kalau berasnya ditempatkan di bandara dan di pelabuhan sehingga begitu ada pergerakan, informasi cepat bisa didorong, tidak menunggu lagi harus mengambil di gudang,” katanya.

Ia menambahkan Bulog Wilayah NTT kini secara rutin mendorong stok beras untuk disiagakan di titik-titik strategis.

“Jadi sekarang Pimpinan Wilayah Bulog di NTT sudah mendorong berasnya setiap hari 10 ton standby di bandara dan di pelabuhan khususnya yang ada di Kupang,” ujar Rizal.

Koordinasi dengan BNPB juga terus dilakukan agar dukungan armada udara maupun laut dapat segera digunakan apabila akses menuju lokasi pengungsian terputus atau mengalami hambatan.

Kesiapan logistik di sejumlah titik tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung operasional dapur umum selama masa tanggap darurat.

Rizal menegaskan fleksibilitas distribusi menjadi penting dalam situasi bencana. Kondisi akses dapat berubah sewaktu-waktu sehingga pola pengiriman harus mampu menyesuaikan keadaan di lapangan.

Dengan strategi tersebut, Bulog berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa, termasuk mereka yang berada di wilayah sulit dijangkau, tetap mendapatkan kebutuhan pokok tanpa harus menunggu proses distribusi yang panjang.

Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari dukungan Bulog bersama pemerintah dan unsur penanggulangan bencana dalam mempercepat penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.