KabarBaik.co, Lamongan – Sebanyak 200 pengemudi becak di Kabupaten Lamongan menerima bantuan becak listrik yang diserahkan di Pendopo Lokatantra, Selasa (3/2). Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak, khususnya lansia, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata ramah lingkungan.
Becak listrik itu merupakan bantuan langsung dari dana pribadi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Program ini menjadi bagian dari upaya modernisasi transportasi rakyat yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang hadir mendampingi para pengemudi becak menyampaikan apresiasinya atas perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor transportasi rakyat. Menurut dia, keberadaan becak listrik tidak hanya meringankan beban fisik pengemudi becak yang mayoritas lanjut usia, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
“Apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, karena hari ini bantuan 200 becak listrik telah diterima. Ini sangat membantu masyarakat kami yang bergelut sebagai pengemudi becak. Tentunya bantuan ini akan membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga, mengentas kemiskinan, hingga menjadi ikon baru pariwisata ramah lingkungan,” ujar Yuhronur, yang akrab disapa Pak Yes.
Ia menambahkan, dari sisi pariwisata, becak listrik memiliki keunggulan karena tidak menghasilkan emisi dan tidak menimbulkan polusi suara. Karena itu, kendaraan tersebut dinilai cocok dioperasikan di kawasan-kawasan wisata di Lamongan.
Pemerintah Kabupaten Lamongan, kata Pak Yes, juga berkomitmen untuk terus memantau pemanfaatan dan perawatan becak listrik tersebut. Selain itu, pemkab akan menambah titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna memastikan operasional becak listrik berjalan optimal.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional Firman Dahlan menjelaskan, program becak listrik ini merupakan bentuk bantuan pribadi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak.
Secara teknis, becak listrik tersebut memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya kecepatan maksimal dibatasi 15 kilometer per jam demi faktor keselamatan, jarak tempuh hingga 40 kilometer dalam satu kali pengisian daya, serta ramah lingkungan karena bebas emisi karbon dan kebisingan.
Adapun penerima bantuan diprioritaskan bagi pengemudi becak kayuh berusia di atas 55 tahun.(*)







