KabarBaik.co, Malang – Pemprov Jatim terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan kaldera Gunung Bromo. Sebanyak tiga unit helikopter disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman melalui water bombing, seiring meluasnya area terdampak yang kini mencapai sekitar 120 hektare.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan saat ini dua unit helikopter telah disiagakan. Satu unit merupakan helikopter milik TNI Angkatan Laut yang dipinjamkan kepada Pemprov Jatim dan telah berada di Ranu Pani.
Helikopter tersebut saat ini masih menjalani simulasi serta penyesuaian kondisi lapangan sebelum diterjunkan dalam operasi pemadaman dari udara.
Sementara itu, satu unit helikopter milik BNPB masih berada di Lanud Abdulrahman Saleh, Kabupaten Malang, untuk menjalani proses verifikasi. Setelah seluruh tahapan selesai, helikopter tersebut akan segera diberangkatkan menuju lokasi kebakaran.
“Helikopter milik TNI AL sudah standby di Ranu Pani, sedangkan helikopter BNPB masih menjalani verifikasi di Lanud Abdulrahman Saleh. Setelah selesai akan langsung bergerak ke lokasi,” ujar Gatot, Jumat (7/8).
Ia membenarkan helikopter TNI AL tersebut didatangkan dari Pontianak, sebagaimana sebelumnya disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Selain dua helikopter yang telah disiapkan, BPBD Jawa Timur juga menambah satu unit helikopter lain yang saat ini sedang dalam perjalanan dari Banjarmasin. Helikopter tersebut diperkirakan tiba di Surabaya pada Sabtu (8/8) sebelum diterjunkan ke kawasan Bromo sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Untuk mendukung operasi water bombing, BPBD telah menyiapkan tiga titik sumber air, yakni di Ranu Pani, Ranu Kumbolo, dan Ranu Regulo. Seluruh pelaksanaan operasi udara akan menyesuaikan kondisi cuaca serta situasi kebakaran.
Di sisi lain, operasi darat juga terus diperkuat. Personel gabungan dari TNI telah diterjunkan ke lokasi bersama sekitar 50 relawan yang membantu proses pemadaman dan pengendalian api.
Berdasarkan data sementara, kebakaran hutan dan lahan di kawasan kaldera Gunung Bromo telah menghanguskan sedikitnya 120 hektare lahan. Upaya pemadaman melalui jalur udara dan darat terus dilakukan guna mencegah api meluas ke kawasan konservasi maupun jalur wisata. (*)







