31 Santri Ponpes Darut Taubah Jombang Keracunan Usai Santap Menu Buka Puasa

oleh -92 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 05 at 10.21.56 PM
Para santri saat menjalani perawatan di RSU PKU Muhammadiyah (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang – Puluhan santri Pondok Pesantren Darut Taubah di Desa Betek, Mojoagung, Jombang, diduga mengalami keracunan makanan pada Kamis (5/3) malam.

Peristiwa itu terjadi setelah para santri menyantap menu buka puasa berupa nasi rawon dan telur asin. Tak lama setelah salat tarawih, sekitar pukul 19.40 WIB, sejumlah santri mulai mengeluhkan mual dan muntah.

Dari video yang beredar, beberapa santri putri tampak lemas hingga harus digotong menuju ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit.

Salah seorang santri, M Surur (18), mengatakan gejala yang dirasakan berbeda dari mual biasa.

“Awalnya mual, tapi tidak seperti mual biasanya,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Ia menyebut jumlah santri yang merasakan gejala serupa terus bertambah, terutama di kalangan santri putri.

“Yang putri tadi lebih parah, lebih banyak juga yang mengeluhkan mual,” kata dia.

Menurut Surur, sebelum mengalami gejala, para santri mengonsumsi nasi rawon yang disiapkan pondok serta telur asin yang diterima dari program MBG dan dimakan saat berbuka.

Para santri yang mengalami mual dan muntah kemudian dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung untuk mendapat penanganan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Hexawan Tjahja Widada mengatakan, hingga Kamis malam, sebanyak 31 santri menjalani pemeriksaan dan perawatan.

“Yang sudah pulang ada 10 orang karena kondisinya membaik. Masih ada 21 orang yang dirawat,” ujar Hexawan di lokasi.

Ia menjelaskan, para santri datang dengan indikasi keracunan atau intoleransi makanan.

“Gejalanya mual dan muntah, seperti umumnya gejala intoleransi makanan,” kata dia.

Dinas Kesehatan Jombang telah mengambil sejumlah sampel untuk diperiksa di laboratorium, termasuk sisa makanan rawon, telur asin, serta sampel muntahan.

“Sampel sudah kami ambil, besok akan kami kirim ke laboratorium untuk memastikan penyebabnya,” ucapnya.

Terkait dugaan sumber keracunan, Hexawan menyatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah berasal dari menu pondok atau dari telur asin yang diterima santri.

“Kami belum bisa menyebut dari MBG, karena rawon dari pondok. Untuk telur juga harus dipastikan dulu apakah dari SPPG atau dari pondok. Masih kami dalami,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.