KabarBaik.co, Nganjuk – Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) sekaligus santunan anak yatim piatu yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Polres Nganjuk menjadi bagian dari upaya memperkuat keimanan, integritas, dan membangun karakter personel yang humanis serta berorientasi pelayanan masyarakat.
“Iman adalah fondasi utama dalam pengabdian. Ketika anggota Polri menjalankan tugas dengan niat yang lurus dan hati yang bersih, maka profesionalitas dan integritas akan berjalan seiring,” ujar Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan dalam arahannya, Sabtu (21/2).
Suria menegaskan bahwa tugas kepolisian harus dilandasi nilai keimanan dan ketakwaan agar setiap tindakan bernilai ibadah dan membawa keberkahan.
Penceramah H. Muhammad Ansori, Ulama Kamtibmas Polsek Nganjuk Kota, dalam tausiyahnya mengangkat tema empat golongan manusia yang dirindukan surga sebagaimana dinisbatkan dalam riwayat Abu Daud dan Tirmidzi.
“Empat golongan ini sangat relevan dengan tugas kepolisian. Anggota Polri harus mampu menjaga lisan saat melayani masyarakat, memiliki kepedulian sosial terhadap yang membutuhkan, serta menjaga kualitas ibadah sebagai perbekalan iman dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keempat golongan tersebut adalah orang yang senantiasa membaca dan mengamalkan Alquran (Taliul Qur’an), orang yang menjaga lisan (Hafizhul Lisan), orang yang gemar memberi makan dan membantu sesama (Muth’imuth Tha’am), “Serta orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan atau Sha’imuna fi Syahri Ramadhan” jelasnya
Setelah sesi pembinaan rohani, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian dan komitmen sosial Polres Nganjuk terhadap masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membuat personel Polres Nganjuk semakin kokoh secara spiritual serta profesional dalam mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tutur Muhammad Ansori sebagai penutup acara.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, aman, dan kondusif. (*)







