KabarBaik.co, Sidoarjo– Pemkab Sidoarjo segera mengambil langkah menyikapi hilangnya pintu buka-tutup DAM di kawasan Krembung yang sudah terjadi selama sekitar empat tahun.
Langkah tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, temuan tersebut di ketahui saat melakukan inspeksi mendadak di Pintu Air Krembung, Dusun Biting, Desa Mojoruntut, Rabu (8/4).
Dalam sidak tersebut, Mimik menemukan bahwa komponen vital pengatur aliran air itu sudah tidak ada, sehingga fungsi pengendalian debit air tidak berjalan optimal.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak provinsi, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena ini menjadi kewenangan mereka,” ujarnya kamis (9/4).
Menurutnya, keberadaan pintu air sangat penting untuk mendukung irigasi pertanian sekaligus mengantisipasi potensi banjir di wilayah hilir.
“Karena ini menyangkut pertanian dari Krembung sampai Jabon. Kalau tidak bisa dibuka-tutup, dampaknya pasti luas,” tegasnya.
Ia memastikan, Pemkab Sidoarjo akan mendorong agar perbaikan pintu DAM tersebut dapat segera direalisasikan melalui alokasi anggaran yang tepat.
“Insyaallah tahun 2026 ini kami upayakan bisa segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan BBWS,” jelasnya.
Diketahui, kondisi tersebut berdampak pada tiga kecamatan, yakni Krembung, Jabon, dan Prambon yang bergantung pada sistem pengairan tersebut.
Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo juga terus menggencarkan normalisasi sungai melalui DPUBMSDA di sejumlah titik sebagai langkah antisipasi banjir.
Normalisasi dilakukan dengan pengerukan lumpur, pembersihan sampah, hingga perbaikan aliran air agar distribusi tetap lancar. (*)








