KabarBaik.co, Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengintensifkan upaya penanganan banjir yang hingga kini masih berdampak di lima kecamatan, yakni Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah optimalisasi pompanisasi yang dinilai menjadi cara paling efektif untuk mempercepat penurunan debit air di wilayah terdampak.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat mendampingi Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan meninjau lokasi banjir di Dusun Meluke, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, Jumat (20/2).
“Langkah yang bisa kita lakukan saat ini adalah pompanisasi, karena untuk mengurangi dengan cara lain dampaknya kurang efektif,” jelasnya.
Hingga saat ini, ketinggian air masih berselisih sekitar 66 sentimeter sehingga belum dapat mengalir keluar secara optimal. Pemerintah daerah berharap intensitas hujan tidak meningkat agar pengendalian debit air bisa berjalan maksimal.
Banjir yang terjadi di kawasan Bengawan Jero merupakan fenomena tahunan yang sangat dipengaruhi intensitas hujan. Seluruh aliran air dari 15 kecamatan bermuara ke Bengawan Jero sebagai satu-satunya saluran pembuangan utama, dengan pintu air Kuro sebagai titik kunci. Namun, pintu Kuro belum dapat dibuka karena tingginya debit air di Bengawan Solo.
Selain itu, luapan dari Waduk Gondang turut memperbesar debit air menuju Bengawan Jero. Pendangkalan waduk menyebabkan kapasitas tampung menurun hingga sekitar 65 persen. Upaya pendalaman waduk dan normalisasi sungai terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai.
Sebanyak 15 pompa telah beroperasi di lapangan, ditambah dua pompa aktif lainnya. Rata-rata pompa mampu bekerja selama 14 jam per hari dengan kapasitas sekitar 549 liter per detik.
Untuk mendukung percepatan penanganan banjir, Deputi Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan menyatakan akan menambah satu unit pompa mobile berkapasitas 500 liter per detik, lima unit perahu, serta tenda guna memperkuat penanganan di lapangan.
“Kami ingin persoalan banjir di Lamongan bisa terselesaikan. Yang paling penting adalah bagaimana menambah pompa dan melihat kemungkinan penggunaan pompa berkapasitas besar agar air di daerah terdampak bisa segera teratasi,” ujarnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Kabupaten Lamongan Erwin Sulistya Pambudi menambahkan, percepatan pembangunan Waduk Karangnongko di Bojonegoro dan Blora menjadi solusi jangka panjang untuk menahan air kiriman dari hulu. Selain itu, normalisasi sungai di kawasan Bengawan Jero juga dijadwalkan berlangsung tahun ini dan tahun depan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lamongan juga menyalurkan bantuan logistik berupa beras sebanyak 250 kilogram. Bantuan didistribusikan merata, masing-masing 125 kilogram untuk Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket dan Desa Kuro, Kecamatan Karangbinangun.
Peninjauan diakhiri di UPTD PSDA Kuro, di mana seluruh pompa air diaktifkan guna mempercepat proses pengeluaran air dan mengurangi genangan di wilayah terdampak banjir.(*)






