5 Tahun IPM Banyuwangi Terus Meningkat

oleh -168 Dilihat
Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat Hardiknas 2026 di Taman Blambangan.
Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat Hardiknas 2026 di Taman Blambangan.

KabarBaik.co, Banyuwangi – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi dari tahun ke tahun terus naik. Ini membuat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, salah satunya memilih untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)  2026 di Banyuwangi di Taman Blambangan, Sabtu (2/4), yang diikuti ribuan pelajar dan guru.

Angka IPM di Banyuwangi menunjukkan tren positif yang meningkat setiap tahunnya. Pada 2025 IPM Banyuwangi sebesar 75,17, meningkat dari 2024 sebesar 74,3. Angka ini juga meningkat dari 73,79 (2023), 73,15 (2022), dan 72,62 (2021).

Angka ini menjadikan Banyuwangi dengan salah satu IPM tinggi di Jawa Timur, bahkan tertinggi di kawasan Sekarkijang.

“Itu sebuah capaian yang sangat bagus, dan tadi juga saya berbincang dengan Ibu Bupati sebelum acara dimulai. Banyuwangi memiliki banyak terobosan dan program kreatif dan strategis di dunia pendidikan, terutama layanan untuk mereka yang tidak berkesempatan sekolah karena berbagai alasan. Karena itu hari ini saya mengikuti peringatan Hardiknas bersama Forkopimda Banyuwangi, yang berlangsung khidmat dan sangat meriah,” kata Mu’ti.

Banyuwangi memiliki sejumlah program kreatif yang berupaya agar anak usia sekolah untuk tetap sekolah. Sebut saja Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) yang berfokus menjaring anak putus sekolah dan membantunya kembali ke bangku sekolah melalui berbagai skema.

Lalu ada Siswa Asuh Sebaya, dimana siswa yang secara ekonomi lebih menyisihkan uang sakunya lalu dikumpulkan untuk membantu kebutuhan siswa yang tidak mampu secara ekonomi. Seperti membelikan sepeda, kacamata, hingga kebutuhan sekolah bahkan siswa dari sekolah lainnya.

Di Banyuwangi peringatan Hardiknas dikemas selain upacara, juga digelar Kuntulan Ewon yang  diikuti oleh 1.060 pelajar mulai dari SD hingga SMA. Mereka berkolaborasi dengan seniman dan budayawan, menyajikan pertunjukan kolosal kesenian tradisional yang memadukan unsur tari dan musik rebana oleh seribu lebih siswa di Banyuwangi.

Menurut Mendiknasmen dengan melibatkan siswa dalam kegiatan seni budaya seperti ini,  akan membentuk karakter siswa yang kuat dan unggul.

“Ini sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat,” kata Mu’ti.

Sementara Bupati Ipuk berterima kasih pada Mendikdasmen yang memilih Banyuwangi untuk memperingati Hardiknas. “Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Mentri beserta jajaran yang telah melaksanakan Upacara Hardiknas di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Bagi Banyuwangi pendidikan tidak hanya tentang dunia akademik, namun bagaimana memadukan potensi anak baik di bidang seni, budaya, dan beragam potensi lainnya. “Inilah yang membuat Banyuwangi melibatkan pelajar dalam tiap agenda seni dan budaya, termasuk salah satunya Kuntulan Ewon saat ini,” tambah Ipuk.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.