KabarBaik.co, Surabaya– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di sejumlah titik. Program strategis ini disebut sebagai terobosan Presiden Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan bagi keluarga rentan di Indonesia.
Gus Ipul menjelaskan bahwa saat ini terdapat 97 titik pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 titik ditargetkan selesai tepat waktu, sementara sisanya akan tetap bisa digunakan secara fungsional pada bulan Juli mendatang.
“Insyaallah, pada bulan Juli nanti gedung permanen di lebih dari 90 titik sudah bisa digunakan. Khusus di Jawa Timur, ada 18 titik pembangunan, ini yang terbesar. Saya berterima kasih kepada Ibu Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang telah menyediakan lahan,” ujar Gus Ipul saat memberikan keterangan di lokasi pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kedung Cowek Surabaya, Minggu (3/5).
Bukan Pendaftaran, Tapi Penjangkauan
Satu hal unik yang ditekankan Mensos adalah sistem penerimaan siswa. Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum seperti sekolah pada umumnya, melainkan menggunakan sistem penjangkauan (outreach). Prioritas utama adalah anak-anak yang putus sekolah, pengamen, pemulung, hingga mereka yang berasal dari keluarga paling tidak mampu (Desil 1 dan 2).
“Kita menjangkau mereka yang belum beruntung. Karena itu, banyak siswa yang usianya di atas rata-rata karena mereka sempat putus sekolah. Di sini tidak ada tes akademik, yang penting memenuhi syarat administratif sebagai keluarga tidak mampu,” jelasnya.
Fasilitas Lengkap dan Beasiswa
Gedung Sekolah Rakyat yang baru didesain untuk menampung hingga 1.000 siswa per titik, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Fasilitas yang disediakan pun sangat lengkap, meliputi asrama (sistem boarding school), laboratorium, perpustakaan, UKS, hingga sarana ekstrakurikuler.
Gus Ipul menambahkan bahwa pada tahun 2025 tercatat hampir 16 ribu siswa, dan tahun ini diprediksi melonjak hingga lebih dari 30 ribu siswa.
“Target Bapak Presiden, setiap kabupaten/kota minimal memiliki satu gedung permanen. Jika ada 500 gedung, kapasitasnya mencapai 500 ribu siswa. Ini langkah konkret pengentasan kemiskinan,” tegasnya.
Intervensi Keluarga: ‘Anak Sekolah, Orang Tua Berdaya’
Program Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan anak, tetapi juga pemberdayaan ekonomi orang tua mereka. Mensos memaparkan bahwa keluarga siswa akan mendapatkan bantuan program strategis lain, seperti renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan sosial lengkap (Bansos), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga dorongan menjadi anggota Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.
“Tujuannya jelas: anaknya lulus sekolah, keluarganya naik kelas. Kita ingin mereka mandiri dan tidak lagi bergantung pada Bansos. Mereka akan jadi agen perubahan untuk Indonesia,” pungkas Gus Ipul.
Saat ini, pemerintah terus melakukan simulasi dan percepatan pembangunan di berbagai wilayah, termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (TKT) seperti Natuna dan Anambas, guna memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang layak. (*)






