KabarBaik.co, Batu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat sebanyak 56 kasus kanker payudara terdeteksi dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Temuan tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini kanker, khususnya pada perempuan usia produktif.
Selain kanker payudara, Dinkes Kota Batu juga menemukan enam kasus kanker serviks. Sebagian dari kasus tersebut diketahui baru terdeteksi saat sudah memasuki tahap lanjut, sehingga membutuhkan penanganan medis yang lebih kompleks.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati, mengatakan angka 56 kasus kanker payudara dalam setahun menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan utama. Banyak masyarakat belum menyadari pentingnya pemeriksaan dini, padahal kanker pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas,” ujar Susana, Senin (9/2).
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Batu menargetkan skrining dini terhadap 1.300 perempuan usia produktif setiap tahun. Program tersebut difokuskan untuk menemukan indikasi kanker sejak stadium awal guna meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Dinkes juga terus menggencarkan edukasi SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis). Edukasi ini diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih peka terhadap perubahan atau kelainan pada payudara.
“Deteksi sejak dini akan sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Jika ditemukan lebih awal, peluang sembuh jauh lebih tinggi dibandingkan kasus yang sudah stadium lanjut,” jelas Susana.
Selain kanker payudara, upaya deteksi dini kanker serviks dilakukan melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Menurut Susana, metode IVA dipilih karena memiliki tingkat ketepatan tinggi serta biaya yang relatif terjangkau.
Pemeriksaan IVA kini sudah dapat dilakukan di Puskesmas oleh bidan yang telah mendapatkan pelatihan khusus, sehingga akses layanan kesehatan menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Dinkes Kota Batu juga menyediakan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) secara gratis sebagai upaya pencegahan primer kanker serviks.
“Dengan kombinasi skrining dini, edukasi berkelanjutan, dan program vaksinasi, kami optimistis angka kematian akibat kanker di Kota Batu dapat ditekan,” tegasnya. Terkait biaya pengobatan, Dinkes menyebut masyarakat tidak perlu khawatir karena layanan penanganan kanker telah tercover melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta BPJS Kesehatan yang aktif. (*)






