KabarBaik.co, Banyuwangi – Sebanyak 560 pedagang dipastikan akan meramaikan pasar Ramadan 1447 Hijriah di wilayah Kota Banyuwangi. Ratusan pelaku UMKM tersebut akan tersebar di dua titik utama, yakni di kawasan Pantai Marina Boom dan sepanjang Jalan Letjen Sutoyo atau yang lebih dikenal Setro Penganten.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, mengatakan hingga pendataan terakhir jumlah pedagang yang terdaftar mencapai 560 pedagang. Rinciannya, 240 pedagang akan menempati area Pantai Marina Boom dan 320 pedagang di kawasan Setro Penganten.
“Total ada 560 pedagang yang sudah terdata. Di Marina Boom sebanyak 240 pedagang dan di Setro Penganten 320 pedagang. Semua sudah kami siapkan penataannya agar tertib dan nyaman,” ujar Nanin, Rabu (18/2).
Pantuan di lokasi menjelang H-1 Ramadan ini di Jalan Letjen Sutoyo pemerintah daerah sudah menata tempat. Di pinggir jalan diberi penanda garis tempat pedagang akan melapak. Di kedua sisi ujung jalan juga diberi gapura.
Nanin menyebut pedagang akan berjualan aneka kuliner takjil Ramadan. Baik itu kudapan tradisional maupun kuliner moderen kekinian. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pengaturan dan memastikan agar Pasar Ramadan berjalan lancar.
“Kami atur supaya tidak semrawut,” tegasnya.
Sebelumnya Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengintruksikan seluruh dinas terkait, kecamatan, hingga pemerintah desa mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan pasar takjil di berbagai wilayah.
Ipuk menyebut, pasar takjil tidak hanya sekedar sebagai tradisi warga, namun juga menjadi ruang ekonomi bagi pelaku UMKM setiap Ramadan. Karena itu, memfasilitasi sekaligus penataan dan pendampingan harus dilakukan sejak awal.
“Saya minta dinas terkait dan para camat membantu memfasilitasi pasar takjil. Atur dengan baik supaya tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli,” ujar Ipuk.
Ipuk juga meminta Dinas Kesehatan turun langsung memastikan kebersihan makanan dan minuman yang dijual para pedagang.
“Tolong Dinas Kesehatan bersama puskesmas aktif mendampingi. Pastikan higienitasnya terjaga, supaya masyarakat tenang saat membeli takjil,” katanya.
Selain itu, Puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah turut diminta untuk melakukan pemeriksaan secara berkala dan memberikan edukasi sederhana kepada pelaku UMKM.
“Datangi pedagangnya, beri arahan cara pengolahan yang bersih dan aman,” sambung Ipuk.







