KabarBaik.co – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mencatat capaian tinggi dalam pelayanan skrining kesehatan. Meski begitu, program masih dihadapkan pada kendala teknis pencatatan data dan tantangan waktu pelaksanaan di lapangan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar Anggit Ditya Putranto, menyampaikan partisipasi masyarakat terhadap program cukup besar. Hingga 2025, total kehadiran yang dilayani dalam kegiatan CKG mencapai 239.650 orang dari 249.344 orang pendaftar.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 96,11 persen dari masyarakat yang mendaftar sudah berhasil kami layani dalam kegiatan CKG,” jelas Anggit Ditya Putranto, Senin (8/12).
Secara keseluruhan, jumlah penduduk Kabupaten Blitar yang telah mengikuti skrining CKG mencapai 880.390 orang, atau sekitar 70 persen dari populasi. Namun, proses entry data belum maksimal karena sistem aplikasi ASIK disebut kerap mengalami pemeliharaan.
“Sasaran sudah mengikuti CKG, namun data mereka belum bisa ter-entry secara maksimal. Hal ini terkendala karena aplikasi ASIK sering mengalami maintenance,” ungkapnya.
Selain kendala sistem, tantangan lapangan juga muncul di sejumlah kecamatan. Jadwal layanan CKG di Posyandu ILP kerap berbenturan dengan jam kerja warga sehingga memengaruhi tingkat partisipasi.
“Beberapa kendala yang ditemui di lapangan di antaranya adalah pada saat jadwal Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) sasaran sedang bekerja,” tambah Anggit.
Untuk mengoptimalkan capaian program, Dinkes Blitar memperluas pelaksanaan CKG di berbagai lokasi. Layanan dilakukan melalui seluruh Puskesmas, Posyandu ILP, instansi pemerintah, sekolah serta pondok pesantren, hingga event besar seperti kegiatan Hari Jadi.
“Kami juga berupaya keras memenuhi kebutuhan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) seperti stik gula darah, stik asam urat, dan stik kolesterol untuk mendukung pelaksanaan CKG. Selain itu, kami memperkuat kerja sama lintas program dan lintas sektor serta melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan CKG secara berkala,” pungkas Anggit.(*)







