87 Kasus PMK Ditemukan, Ini Langkah Darurat Disnakkan Bojonegoro

oleh -58 Dilihat
Petugas melakukan pemeriksaan ke hewan terjangkit PMK

KabarBaik.co, Bojonegoro – Menyusul ditemukannya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Kawengan, Kedewan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro bergerak cepat dengan serangkaian langkah darurat medis dan preventif. Upaya ini dilakukan untuk memutus rantai penularan sekaligus melindungi populasi ternak di wilayah sekitar.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan Disnakkan Bojonegoro drh. Lutfi Nurrahman menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelamatkan ternak yang masih sehat serta memulihkan ternak yang sudah terpapar melalui pengobatan intensif.

“Prioritas kami adalah mencegah penularan meluas dan memastikan ternak yang sakit mendapatkan penanganan medis secepat mungkin,” ujarnya, Selasa (10/2).

Untuk menekan angka kesakitan dan kematian ternak, Disnakkan menjalankan sejumlah protokol penanganan. Di antaranya dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang menempatkan dokter hewan dan paramedis di titik-titik hotspot guna melakukan pengobatan simptomatik, pemberian vitamin, serta penguatan imun pada ternak terinfeksi.

Selain itu, vaksinasi PMK juga dipercepat, khususnya bagi ternak sehat di zona hijau dan kuning. Langkah ini bertujuan membentuk sabuk pelindung (buffer zone) agar wabah tidak meluas ke kecamatan lain.

Disnakkan juga melakukan desinfeksi massal dengan penyemprotan disinfektan secara berkala di kandang terdampak serta di akses keluar-masuk kendaraan pengangkut ternak. Tak kalah penting, penerapan biosekuriti ketat terus digencarkan dengan mengimbau peternak membatasi orang asing masuk ke area kandang dan menjaga kebersihan sebelum serta sesudah berinteraksi dengan hewan.

Di sisi lain, monitoring dan surveilans dilakukan setiap hari untuk mendata populasi ternak, memantau tren kasus, serta memastikan ketersediaan obat-obatan dan logistik medis tetap mencukupi.

Lutfi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic selling atau menjual ternak dengan harga murah karena panik. Menurutnya, PMK masih bisa disembuhkan jika ditangani dengan cepat dan tepat.

“Kami meminta kerja sama para peternak untuk segera melapor melalui hotline dinas atau petugas teknis di desa jika melihat gejala seperti air liur berlebih, luka pada mulut, atau luka pada kuku kaki. Kecepatan pelaporan sangat menentukan tingkat kesembuhan ternak,” tegasnya.

Dari data Disnakkan Bojonegoro, data penyebaran PMK di kabupaten Bojonegoro per tanggal 8 Februari 2026 tercatat sebanyak 87 ekor sapi, enam di antaranya mati. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.