KabarBaik.co- Ada apa Persebaya Surabaya? Empat kali pertandingan terakhir menuai hasil buruk. Tanpa kemenangan. Satu kali home, tiga kali away. Potensi menambah 12 poin pun telah melayang. Bahkan, dalam laga melawan Barito Putera, Sabtu (25/1) kemarin, Green Force kalah dengan skor memalukan, 0-3.
Skor 0-3 itu menjadi catatan kebobolan terbesar selama Persebaya mengarungi 20 pertandingan Liga 1 Indonesia 2024/2025. Padahal, gawang Bajol Ijo dijaga oleh kiper utama Ernando Ari Sutaryadi, yang tidak lain juga penjaga gawang andalan Timnas Indonesia.
Ada apa Persebaya? Entahlah. Yang pasti, tidak hanya menuai kekecewaan berat para Bonek, julukan Persebaya. Kekalahan beruntun empat kali itu juga membuat Presiden Persebaya Azrul Ananda tampak gerah. ‘’Kami sudah tidak lagi kecewa. Kami sudah pada level menahan kemarahan,’’ ungkap Azrul seperti dalam unggahan di akun Instagram resmi official Persebaya, Selasa (25/1).
Menurut Azrul, beberapa pemain yang seharusnya menjadi leader di tim ini performanya sangat mengecewakan. Malah seolah menjadi beban. Mereka terlalu terlena. ”Tim ini seolah kehilangan soul-nya (jiwanya, Red),” ujarmya.
Sontak, ungguhan di IG offisial Persebaya tersebut mendapat ribuan komentar beragam. Sebagian tetap memberikan semangat. Musim masih cukup panjang. Masih 14 kali pertandingan lagi. Kesempatan juara masih ada. ‘’Terus solusinya bagaimana Pak Pres?’’ komentar salah satu akun.
Meski demikian, Persebaya masih nangkring di posisi kedua klasemen di bawah Persib Bandung. Sama-sama telah menjalani 20 kali pertandingan. Persib mendulang 43 poin, sementara Persebaya meraih 37 poin. Artinya, selisih 6 poin. Di bawah Persebaya atau posisi ketiga, ada Persija Jakarta yang sama-sama mengantongi 37 poin. Namun, Persija baru bermain 19 kali.
Kemenangan Barito Putera itu juga terbilang mengagetkan. Betapa tidak, 3 jam sebelum kick-off pertandingan melawan Persebaya, manajemen Barito Putera mengambil keputusan berani. Yakni, mengeluarkan pengumuman resmi pemecatan Rahmad Darmawan (RD) sebagai pelatih. Manajemen Barito Putera mengangkat asisten pelatih Vitor Tinoco menggantikan RD. Namun, Frans Sinatra Huwae bertindak sebagai karteker di pertandingaan ini.
Beruntung, pergantian pelatih secara mendadak itu tidak memengaruhi Barito Putera. Laskar Antasari menguasai permainan. Kemenangan Barito Putera itu buah hattrick yang diciptakan Matias Mier pada menit ke-8, menit 23, dan menjelang lagai berakhir. Kemenangan tersebut, membuat poin Barito Putera berangsur menjauh dari zona degradasi. Berada di urutan ke-15. Dari 20 pertandingan, baru mendapatkan 18 poin.
Pemecatan mendadak RD itu boleh jadi karena hasil buruk yang diraih Barito Putera bersama RD. Sejauh ini, klub milik Hasnuryadi itu baru menang 4 kali, 6 kali seri, dan 10 kali kalah. Padahal, dalam catatan kepelatihannya, RD beberapa kali menorehkan prestasi. Di antaranya, pernah mengantarkan Persija dan Sriwijaya FC sebagai juara Liga 1. Bahkan, saat melatih Timnas U-23, sukses melaju ke final SEA Games. RD juga pernah menjadi pelatih Arema FC. (*)
—
Berikut Laga Tersisa Persebaya di Liga 1 2024/2025
Laga Home (Kandang)
- 31 Januari, Persebaya vs Persita
- 15 Februari, Persebaya vs PSBS Biak
- 1 Maret, Persebaya vs Persib Bandung
- 12 Maret, Persebaya vs PSIS Semarang
- 20 April, Persebaya vs Madura United
- 11 Mei, Persebaya vs Semen Padang
- 24 Mei, Persebaya vs Bali United
Laga Away (Tandang)
- 7 Februari, Persis Solo vs Persebaya
- 21 Februari, Dewa United vs Persebaya
- 7 Maret, PSM Makassar vs Persebaya
- 12 April, Persija Jakarta vs Persebaya
- 28 April, Arema FC vs Persebaya
- 5 Mei, Persik Kediri vs Persebaya
- 18 Mei, Borneo FC vs Persebaya







