AKBP Didik Putra Kuncoro: Anak Guru Sederhana di Kediri, Masuk Bintara hingga Lolos Akpol, Berujung Skandal Besar

oleh -810 Dilihat
Tersangka AKBP Didik Putra Kuncoso, Kapolres Bima Kota (nonaktif).

KabarBaik.co, Jakarta.- Nama Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Didik Putra Kuncoro, Kapolres Bima Kota (nonaktif), tersandung skandal besar. Jadi sorotan nasional yang mengejutkan publik. Betapa tidak, selama ini dia dikenal sebagai salah satu sosok perwira Polri dengan rekam jejak karier yang cukup inspiratif dan dinilai penuh keteguhan.

Lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 30 Maret 1979, Didik dibesarkan dalam keluarga sederhana. Ayahnya seorang guru yang kerap menanamkan nilai ksederhanaan dan kejuruan. Ibunya pun rumah tangga biasa. Didik merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Dalam sebuah pengakuannya, dia mengaku mental dan kemandiriannya sudah terlatih sejak remaja melalui aktivitas seperti OSIS dan Pramuka.

Selepas lulua SMA pada 1997, Didik memilih bekerja keras demi meringankan beban keluarga. Bahkan, kabarnya, sempat menjadi sopir ambulans dan kuli bangunan di masa muda. Dia sempat mendaftar di Akpol dan STPDN (kini IPDN). Namun, mimpinya itu kandas. Akhirnya, Didik mendaftar di jalur Bintara Polri. Diterima, berdinas di Polres Ende, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rupanya, Didik masih menyimpan mimpi untuk dapat masuk Akpol. Sekitar 2 tahun berinas di Korps Bhayangkara dari jalur Bintara, Didik kembali mencoba peruntungan masuk ke Akpol.

Kegigihannya membuahkan hasil. Dia diterima di Akpol pada 2001 dan lulus pada 2004, menjadi bagian dari Batalyon Tatag Trawang Tungga.

Kariernya terus menanjak. Terutama pada bidang reserse dan narkotika di wilayah hukum Nusa Tenggara Barat (NTB). Di antaranya, memegang berbagai posisi strategis mulai dari Kasubdit di Ditreskrimum, Ditreskrimsus, hingga Ditresnarkoba Polda NTB, sebelum akhirnya diangkat sebagai Kapolres Lombok Utara pada Juli 2023 dan Kapolres Bima Kota pada Januari 2025.

Selama menjabat Kapolres, nama Didik juga sempet tercatat mendapatkan penghargaan Best Inspiring and Visionary Leader 2025 pada ajang Indonesia Award Magazine Inspiring Professional and Leadership Award 2025. Dalam akun IG pribadinya, Didik mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut menjadi energi positif untuk terus melayani masyarakat dengan ikhlas.

Namun, puncak karier yang dibangun itu kini menghadapi ujian terberatnya. Pada Februari ini, namanya terseret dalam pusaran kasus narkotika besar yang menjadi atensi publik. Jumat (13/2) malam, Mabes Polri telah resmi menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus peredaran narkoba. Untuk kasus penerimaan dugaan setoran Rp 1 miliar yang rencananya dibelikan mobil Alphard terbaru senilai Rp 1,8 miliar, bisa jadi masih dalam pemeriksan lanjutan.

Sebelumnya, 12 Februai. Polda NTB telah lebih dulu menonaktifkan Didik dari jabatan Kapolres Bima Kota. Ini menyusul ’’nyanyian’’ anak buahnya, yakni AKP Malaungi (eks Kasatresnarkoba Polres Bima Kota) melalui kuasa hukumnya. Didik disebut menerima aliran uang tunai senilai Rp 1 miliar dari seorang bandar narkoba bernama Koko Erwin alias EK sebagai bagian dari “pengamanan”. Dana itu disetor melalui AKP Malaungi, dan diberikan kepada Didik melalui ajudannya pada 29 Desember 2025 dalam bentuk uang tunai yang dibungkus kardus bir bekas.

Selain itu, ditemukan barang bukti sabu-sabu seberat 488 gram di rumah dinas AKP Malaungi dalam proses penggeledahan, yang diduga berasal dari jaringan yang sama. Dalam perkembangan lanjutan, ternyata penyidik Polri juga menemukan koper putih berisi sejumlah zat terlarang di rumah seorang Polwan di wilayah hukum Tangerang. Barang-barang haram itu disebut merupakan milik dari Didik.

Kini, kasus jaringan Didik itu masih terus dalam penyidikan lanjutan oleh Bareskrim Polri dan menjadi salah satu skandal besar di tubuh Korps Bhayangkara tahun ini yang tengah mencuri perhatian publik luas. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.