Alasan Tak Masuk Akal Paman dan Bibi di Surabaya Tega Siksa Balita Keponakan Sendiri

oleh -152 Dilihat
Kirana usai diselamatkan (Ist)

KabarBaik.co, Surabaya– Polisi mengungkap motif di balik aksi keji paman dan bibi di Surabaya menyiksa keponakan mereka sendiri yang masih balita. Alasan mereka tak masuk akal.

Paman dan bibi tersebut adalah Ufa Fahrul Agusti, 30, dan Sellyna Adika Wahyuni, 26. Mereka tega menyiksa keponakannya sendiri, Kirana yang baru berusia 4 tahun di sebuah kos di kawasan Bangkingan, Lakarsantri.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pasutri tersebut tega melakukan kekerasan fisik karena merasa kesal terhadap perilaku korban. Korban dianggap nakal.

“Masih didalami motifnya. Sementara pengakuan tersangka karena anak tersebut nakal dan sulit diatur,” jelas Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari, Minggu (15/2).

Kasus ini terungkap pada Senin (9/2) sekitar pukul 14.00 WIB, saat warga sekitar mendengar teriakan pilu korban dari dalam kamar kos yang terkunci. Korban mengaku dikunci sejak pagi hari dan belum diberi makan sama sekali.

Salah satu tetangga kos, Islaha, mengaku tak kuasa menahan tangis saat melihat kondisi balita malang tersebut melalui celah bangunan.

“Dia memanggil saya berkali-kali minta dibukakan pintu karena lapar. Rambutnya botak di bagian atas, wajahnya penuh luka. Saya sampai menangis melihatnya,” ungkap Islaha dengan sedih.

Melihat kondisi yang memprihatinkan, warga bersama pengurus RT dan Bhabinkamtibmas Polsek Lakarsantri akhirnya melakukan evakuasi paksa dengan merusak teralis jendela kamar. Saat berhasil dikeluarkan, korban ditemukan dengan luka di bagian dagu serta kondisi fisik yang sangat lemas.

Kini, korban AQ tengah mendapatkan perawatan dan pendampingan untuk memulihkan trauma fisik maupun psikis yang dialaminya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.