KabarBaik.co, Sidoarjo – Kitab suci Alquran merupakan pedoman umat Islam, namun kali ini bukan tentang mushaf yang biasa. Alquran milik Erwin Dian Rosyidi, warga Perumahan Citra Garden, Buduran, Sidoarjo, menjadi perhatian karena menggunakan kertas kuno berusia dua abad dan dihiasi iluminasi emas di setiap halamannya.
Mushaf ini merupakan peninggalan era pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwana IV.
Mushaf tersebut ditulis tangan oleh Ki Atma Perwita, seorang abdi dalem dari Keraton Surakarta Hadiningrat, atas perintah langsung sang raja. Keberadaannya menjadi bukti perkembangan seni penulisan Alquran di lingkungan keraton Jawa pada masa itu.
Erwin mengaku membutuhkan perjuangan panjang untuk mendapatkan mushaf tersebut.
“Butuh perjuangan panjang untuk mendapatkan Alquran ini. Alhamdulillah, akhirnya Alquran berusia 200 tahun ini bisa saya dapatkan dan masih bisa saya baca,” ujarnya, Sabtu (28/2).
Tulisan dalam mushaf terlihat sangat rapi dan seragam meski dibuat secara manual. Erwin menilai gaya hurufnya memiliki ciri khas tersendiri.
“Kalau dilihat sekilas mirip khat Naskhi, tetapi saya menduga bentuknya berbeda, lebih bergaya tulisan khusus yang menjadi ciri khas Keraton Surakarta,” jelasnya.

Keindahan mushaf semakin terlihat dari iluminasi bermotif batik yang menghiasi setiap pergantian juz. Bingkai hiasannya dilapisi tinta emas yang masih tampak jelas, terutama pada bagian awal Surah Al-Kahfi.
Menurut Erwin, hiasan emas tersebut menjadi salah satu keunikan utama mushaf.
“Setiap pergantian juz ada lukisannya. Menariknya, di akhir ayat dan di tepi lukisan terdapat bingkai lurus dengan tinta emas. Menurut peneliti, itu emas asli, walaupun saya tidak tahu kadarnya,” terangnya.
Mushaf tersebut telah dimiliki Erwin sejak tahun 2024 dan menjadi salah satu koleksi berharganya. Ia juga menyebut mushaf tulisan tangan Ki Atma Perwita sangat langka dan hanya ada tiga di Indonesia.
Satu mushaf lainnya tersimpan di Keraton Yogyakarta dan dikenal sebagai Kanjeng Kiai Qur’an. Mushaf lainnya berada di Museum Purna Bhakti Pertiwi di kawasan Taman Mini Indonesia Indah.
“Setahu saya, mushaf Alquran tulisan tangan Ki Atma Perwita ada tiga yang ditemukan di Indonesia, salah satunya yang saya simpan ini,” pungkas Erwin.
Kini, mushaf milik Erwin menjadi saksi bisu kejayaan Islam dan seni kaligrafi Jawa. Keberadaannya tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga menjadi warisan spiritual yang tetap terjaga hingga saat ini. (*)






