KabarBaik.co, Kuala Lumpur – Ambisi besar di sektor teknologi digelorakan penerintah Malaysia. Negara tetangga Indonesia itu tengah merintis pembangunan kota AI (Artificial Intelligence/kecerdasan buatan) guna mewujudkan diri sebagai negara berbasis teknologi AI tahun 2030.
Seperti dikatakan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur pada Jumat (10/4), dilansir dari ANTARA. Ua menyatakan saat ini Malaysia berada pada titik penting untuk beralih dari pembangunan kota-kota pintar menuju pendekatan yang lebih strategis melalui pembangunan kota AI, sebagai landasan bagi Malaysia menjadi Negara AI.
“Peralihan ini bukan sekadar penerapan teknologi baru, tetapi menuntut transformasi menyeluruh dalam cara kita merencanakan, mengelola, dan mengatur kota agar lebih efisien, tangguh, serta berbasis data,” katanya.
PM Anwar menyampaikan upaya tersebut memerlukan ekosistem yang kuat, mencakup tata kelola AI dan data yang aman, infrastruktur digital berkapasitas tinggi, pengembangan talenta lokal, serta kerangka kebijakan dan regulasi yang mendukung inovasi secara bertanggung jawab.
Dia mengatakan Kementerian Digital Malaysia akan bertindak sebagai koordinator utama dengan kerja sama erat bersama kementerian dan lembaga terkait.
Sementara pemerintah akan terus memperkuat sinergi ini untuk memastikan pelaksanaan yang efektif dan berdampak tinggi, demi manfaat menyeluruh bagi masyarakat serta memperkuat posisi Malaysia sebagai Negara AI yang berdaya saing di tingkat global.
Kementerian Digital Malaysia dalam keterangan sebelumnya menyampaikan dalam upaya mentransformasi tata kelola digital secara komprehensif pihaknya telah mengaktifkan Inisiatif Inovasi Pemerintah (Government Innovation Initiative/GII).
Langkah ini merupakan sebuah upaya strategis nasional yang dirancang untuk mendorong inovasi di seluruh sektor publik. Sehingga mendorong komitmen Malaysia untuk mencapai status Negara AI pada tahun 2030.
GII dirancang untuk melampaui inovasi konseptual menuju implementasi yang terukur. Inisiatif ini menerjemahkan pernyataan masalah dunia nyata dari pemerintah dan masyarakat menjadi solusi yang dapat ditindaklanjuti, dengan memprioritaskan teknologi “Buatan Malaysia”, memperkuat ekosistem AI domestik, dan memungkinkan produsen produk digital dan AI Malaysia untuk berkembang secara nasional dan global.(*)







