KabarBaik.co, Batu – Amblesan tanah kembali terjadi di kawasan padat penduduk Kota Batu. Sebuah lubang besar tiba-tiba muncul dan menelan septic tank milik warga di Gang VI Jalan Diran, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Sabtu (28/2) sekitar pukul 23.00 WIB.
Peristiwa itu terjadi di rumah Teguh Wahyudi, tepatnya di Jl. Diran Gg. VI RT 06 RW 01, Kelurahan Sisir. Laporan resmi diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu pada Minggu (1/3) pukul 15.54 WIB.
Lubang amblesan diketahui memiliki panjang sekitar 3 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman kurang lebih 1,5 meter. Septic tank milik korban ambles sepenuhnya ke dalam tanah, sehingga pondasi kamar mandi rumah tersebut kini menggantung dan terancam runtuh sewaktu-waktu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, menjelaskan bahwa amblesan diduga dipicu kebocoran saluran pembuangan kamar mandi yang terjadi dalam waktu lama dan menggerus tanah di sekitarnya. “Diduga karena kebocoran saluran pembuangan dan struktur tanah yang tidak stabil,” ujar Suwoko, Senin (2/3).
Menurutnya, kondisi ini membuat rumah yang dihuni satu keluarga tersebut berada dalam situasi rawan, terutama jika terjadi hujan deras atau pergerakan tanah lanjutan.
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Kota Batu langsung melakukan kaji cepat di lokasi bersama perangkat Kelurahan Sisir, Agen Informasi Bencana Provinsi Jawa Timur, relawan, dan warga sekitar. Area amblesan juga telah diamankan untuk mencegah warga mendekat.
Dalam hasil kaji cepat, BPBD mengeluarkan dua rekomendasi krusial yang harus segera ditindaklanjuti. Pertama, penanganan pascabencana secara komprehensif oleh dinas terkait guna memastikan stabilitas tanah dan keamanan bangunan yang terdampak.
Kedua, pengurukan kembali tanah yang ambles untuk mencegah kerusakan meluas dan mengurangi risiko runtuhnya struktur bangunan. “Langkah ini penting untuk mencegah meluasnya kerusakan serta menyelamatkan struktur bangunan yang tersisa,” tegas Suwoko.
BPBD juga mengingatkan bahwa lokasi kejadian berada di kawasan permukiman padat, sehingga potensi dampak lanjutan tidak bisa diabaikan apabila tidak segera ditangani. Selain itu, masyarakat diimbau lebih waspada, khususnya yang tinggal di wilayah dengan kontur tanah labil atau memiliki sistem sanitasi lama.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda retakan tanah, lantai yang turun, atau perubahan struktur bangunan. Deteksi dini menjadi kunci mencegah dampak yang lebih besar,” tandasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebocoran saluran air yang tampak sepele dapat memicu amblesan tanah dan membahayakan keselamatan penghuni, terutama di lingkungan permukiman yang padat. (*)








