Sebelum Aniaya Warga Banyuwangi Hingga Tewas, Belasan Anak Punk Sempat Buat Masalah di Restoran

oleh -52 Dilihat
Situasi rumah duka di Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi

KabarBaik.co, Banyuwangi – Sebelum mengamen dan mengeroyok warga Banyuwangi hingga tewas, belasan anak punk ternyata sempat bikin ulah di salah satu rumah makan di dekat lokasi pengeroyokan di Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Hal itu diungkapkan keluarga Yoseph Bahtiar Irawan yang tewas usai dikeroyok belasan anak punk, Rabu (4/2) malam.

Menurut informasi, sebelum mengeroyok korban para anak punk datang terlihat berkumpul dan sempat diusir di restoran tersebut.

“Katanya anak-anak punk itu dengan jumlah yang cukup banyak, ada ramai-ramai di rumah makan,” kata Triyas Oktania, adik kandung korban, saat ditemui di rumah duka, Kamis (5/2).

Pemilik restoran lalu meminta sekuriti mengusir para anak punk itu. Setelahnya mereka pergi. Sebagian kumpul di pinggir jalan, sementara tiga anak punk lainnya mengamen di rumah-rumah warga yang ada di pinggir jalan.

Tiga anak punk inilah yang diduga memicu pengeroyokan korban. Awalnya mereka mengamen di rumah tetangga korban. Setelahnya, mereka berpindah ke rumah korban.

Entah karena apa, lalu terjadi cekcok antara korban dengan ketiga anak punk yang mengamen. Ketiga anak punk tersebut kemudian lari dan dikejar oleh korban.

“Mereka lari ke arah selatan. Sama kakak saya dikejar. Tidak ada yang tahu pasti juga penyebabnya apa sehingga kakak saya mengejar mereka,” ujarnya.

Kejar-kejaran itu terjadi hingga lebih dari 100 meter ke arah selatan. Di lokasi pengejaran itu, tiga anak punk ternyata telah berkumpul dengan balasan kawan mereka.

Di pinggir jalan itu, korban dianiaya secara brutal. Ketika beberapa orang warga datang mendekat, para anak punk lari meninggalkan lokasi.

Para anak punk tersebut sempat dilihat oleh warga menggandol atau menumpang truk yang lewat. Mereka meninggalkan lokasi meninggalkan lokasi ke arah utara.

Salah satu warga yang berada di lokasi sempat melihat anak punk tersebut pergi dengan gaya mengejek ke arah korban. Sementara korban dalam kondisi ambruk tak berdaya.

“Istri kakak saya sempat menyusul ke lokasi. Kakak saya sudah tidak berdaya saat itu,” tambah Oktania.

Oleh warga, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami luka-luka parah di kepala. Korban juga sempat muntah-muntah.

“Sejam setelah di rumah sakit, kakak saya meninggal,” sambungnya.

Korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.