KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pada awal tahun 2026 mulai melakukan penataan wajah kota. Penataan difokuskan pada ruang terbuka hijau (RTH), terutama Alun-alun Kota Bojonegoro dan Taman Rajekwesi, yang menjadi dua titik sentral aktivitas masyarakat.
Untuk merealisasikan program ini, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan ruang publik yang lebih layak, nyaman, sekaligus menjadi ikon baru kota.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Gunawan, menyampaikan bahwa pembangunan kedua ruang publik tersebut direncanakan mulai dilaksanakan tahun ini. Ia menegaskan, perencanaan tidak hanya menonjolkan aspek keindahan, tetapi juga kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Pembangunan ini tidak hanya soal estetika, namun juga tentang bagaimana menampung potensi ekonomi lokal tanpa mengesampingkan kenyamanan publik,” ujarnya, Jumat (9/1).
Gunawan menjelaskan, rehabilitasi Alun-alun Bojonegoro telah memasuki tahap Detailed Engineering Design (DED) pada Oktober 2025. Sementara itu, Taman Rajekwesi telah menyelesaikan tahap masterplan pada November 2025 lalu.
“Titik-titik sentral tersebut diproyeksikan akan menjadi wajah baru Bojonegoro yang lebih inklusif, modern, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKP CK) Bojonegoro, Beni Kurniawan, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran pembangunan sebesar Rp28 miliar dialokasikan untuk penataan Alun-alun Bojonegoro, sedangkan Rp22,5 miliar diperuntukkan bagi pembangunan Taman Rajekwesi.
“Untuk kedua rencana tersebut, tahun ini akan segera dimulai. Mohon doa dan dukungannya,” ujarnya.
Melalui penataan ini, Pemkab Bojonegoro berharap ruang publik tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi kreatif, interaksi sosial, serta meningkatkan kualitas lingkungan kota. (*)







