KabarBaik.co, Pasuruan – Berdasarkan data terbaru dari Kemendikdasmen tahun 2026, tercatat sebanyak 19.857 anak di Kabupaten Pasuruan masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah (ATS).
Angka fantastis tersebut mencakup anak-anak yang belum pernah mengenyam bangku sekolah, siswa putus sekolah (drop out), hingga lulusan sekolah yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Fenomena ini dinilai menjadi faktor penghambat langsung bagi kemajuan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pasuruan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan kini memetakan wilayah-wilayah yang memerlukan perhatian khusus dari belasan ribu kasus yang ada.
Sebaran angka tertinggi berada di enam kecamatan, yakni Kecamatan Lekok, Kraton, Pasrepan, Wonorejo, Nguling, dan Kejayan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Tri Krisni Astuti, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan langkah proaktif untuk memvalidasi data tersebut.
Saat ini Dinas Pendidikan masih menunggu pemutakhiran data riil dari masing-masing kecamatan. “Data ATS di lapangan, baik yang mau kembali sekolah atau yang akan melanjutkan lagi, kami masih menunggu hasil pendataan dari masing-masing camat,” jelas Tri Krisni.
Data yang akurat tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyalurkan bantuan. Pemkab Pasuruan berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan secara gratis bagi anak-anak yang terdata agar mereka dapat kembali ke jalur formal maupun non-formal.
Guna mempercepat penurunan angka ATS, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutedjo, telah memberikan arahan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait saling berkolaborasi dalam pentingnya pendidikan kepada anak-anak. (*)






