KabarBaik.co, Blitar – Pengawasan pangan selama Ramadan 1447 Hijriah di Kota Blitar akan diperketat seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri bersama pemerintah daerah memastikan pengawasan dilakukan secara intensif, termasuk melalui uji laboratorium terhadap produk pangan yang beredar.
Kepala BPOM Kediri Winanto, mengatakan Ramadan menjadi periode rawan peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan. Karena itu, pengawasan dilakukan lebih ketat dibanding hari biasa.
“Di bulan Ramadan kebutuhan pangan meningkat, sehingga pengawasan kami intensifkan. Kami lakukan pemeriksaan langsung, termasuk uji laboratorium, dan hasilnya akan kami sampaikan serta ditindaklanjuti jika ditemukan pelanggaran,” ujar Winanto, Senin (23/2).
Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Blitar Parminto, menyampaikan bahwa pasar takjil akan digelar mulai H-1 sebelum malam takbiran. Kegiatan tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 270 pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL).
“Antusiasme masyarakat dan pedagang cukup tinggi. Karena itu, kami berharap seluruh pedagang memastikan makanan yang dijual aman dan tidak bermasalah,” kata Parminto.
Ia juga mengingatkan para pedagang untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan, termasuk menjaga kebersihan area berjualan. Pasalnya, lokasi pasar takjil berada di ruas jalan umum yang digunakan masyarakat.
“Kami minta pedagang taat aturan dan menjaga kebersihan, karena ini fasilitas umum. Keamanan pangan dan ketertiban lingkungan harus sama-sama dijaga,” pungkasnya.(*)







