Apakah Salat Tarawih Baik untuk Kesehatan? Ini Kata Sejumlah Studi Ilmiah

oleh -91 Dilihat
Salat Tarawih di Masjid Al Akbar Surabaya (Antara)

KabarBaik.co, Jakarta,- Bagi jutaan Muslim, salat tarawih menjadi rutinitas khas selama Ramadan. Ibadah malam yang dilakukan setelah salat Isya ini bisa berlangsung 30 menit hingga lebih dari satu jam, dengan rangkaian gerakan berdiri, rukuk, sujud, dan duduk yang berulang. Pertanyaannya, apakah aktivitas tersebut juga berdampak pada kesehatan fisik dan mental?

Sejauh ini, penelitian ilmiah internasional yang secara khusus meneliti tarawih sebagai “intervensi kesehatan” memang masih terbatas. Belum banyak studi berskala besar atau uji klinis acak (randomized controlled trial) yang dipublikasikan di basis data medis besar seperti PubMed Central. Namun, sejumlah penelitian kecil dan tinjauan ilmiah memberikan petunjuk bahwa tarawih berpotensi memberi manfaat bagi tubuh.

Salah satu studi pendahuluan yang sering dikutip adalah penelitian bertajuk Assessment of Salat Taraweeh and Fasting Effect on Body Composition, yang dipublikasikan melalui platform akademik ResearchGate. Penelitian ini mengamati sekelompok kecil peserta selama Ramadan dan menemukan perubahan komposisi tubuh setelah sekitar 20 hari puasa dan tarawih, termasuk penurunan massa lemak dan peningkatan metabolisme.

Walau skalanya kecil dan belum cukup kuat untuk menyimpulkan sebab-akibat, hasil tersebut menunjukkan bahwa aktivitas fisik selama tarawih mungkin berkontribusi terhadap pembakaran kalori tambahan.

“Secara fisiologis, gerakan salat menyerupai olahraga ringan hingga sedang,” jelas sejumlah peneliti dalam ulasan mereka. Rangkaian berdiri lama, rukuk, dan sujud berulang dinilai membantu sirkulasi darah, fleksibilitas sendi, serta aktivasi otot inti dan kaki.

Selain aspek fisik, manfaat mental juga menjadi sorotan. Tinjauan sistematis dari peneliti di Universitas Muhammadiyah Surakarta menyimpulkan bahwa praktik salat secara umum berkaitan dengan peningkatan kebugaran fisik sekaligus kesehatan psikologis. Meskipun tidak spesifik membahas tarawih, temuan ini relevan karena tarawih merupakan bentuk salat dengan durasi lebih panjang dan repetisi lebih banyak.

Dari sisi psikologis, kombinasi gerakan ritmis, bacaan doa, dan fokus spiritual dinilai dapat memicu respons relaksasi. Mekanismenya mirip meditasi atau mindfulness, yang telah lama diketahui membantu menurunkan stres dan kecemasan. Banyak jamaah juga melaporkan perasaan lebih tenang dan suasana hati membaik setelah menjalani tarawih secara rutin.

Namun, para ahli mengingatkan agar tidak berlebihan dalam menafsirkan temuan yang ada. Sebagian besar riset masih bersifat observasional dengan jumlah peserta terbatas. Artinya, manfaat yang terlihat belum tentu semata-mata disebabkan oleh tarawih, melainkan bisa dipengaruhi faktor lain seperti pola makan Ramadan, kebersamaan sosial di masjid, atau kualitas spiritualitas individu.

Ada pula aspek yang perlu diperhatikan. Aktivitas malam hari yang panjang, ditambah sahur dini hari, berpotensi mengurangi waktu tidur. Jika tidak diatur dengan baik, kurang tidur justru dapat berdampak negatif pada konsentrasi, produktivitas, dan kesehatan metabolik.

Karena itu, para peneliti menyarankan pendekatan seimbang. Tarawih dapat menjadi sarana ibadah sekaligus aktivitas fisik ringan, tetapi tetap perlu diimbangi dengan istirahat cukup, hidrasi memadai, dan asupan nutrisi seimbang.

Dengan kata lain, tarawih bukanlah “obat” kesehatan, melainkan bagian dari gaya hidup aktif dan spiritual yang—bila dijalani dengan tepat—dapat memberi dampak positif bagi tubuh dan pikiran.

Ke depan, ilmuwan berharap lebih banyak penelitian berskala besar dilakukan untuk memahami secara pasti hubungan antara ibadah fisik seperti tarawih dan kesehatan. Sampai saat itu, bukti yang ada setidaknya memberi satu pesan sederhana: bergerak, berdoa, dan menjaga keseimbangan hidup selama Ramadan bisa menjadi kombinasi yang menyehatkan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.