Area Warna-warni Bunga Pikok di Pandanrejo Kota Batu Berhasil Pikat Wisatawan

oleh -822 Dilihat
Pertanian bunga pikok berada di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Area lahan yang menonjolkan alam pegunungan dengan ditanami warna-warni mekarnya bunga pikok tengah dilirik wisatawan. Terutama yang berasal dari luar Kota Batu. Lahan yang berada di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini memiliki spot foto memukau karena berada di lereng pegunungan.

Mengunjungi area pertanian bunga pikok sangatlah mudah karena lokasinya berada di jalan raya Kota Batu-Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Pengelola pertanian bunga pikok, Sugeng Andrianto mengatakan, spot foto tersebut sebenarnya hanya lahan pertanian bunga biasa tanpa niat untuk dijadikan spot wisata. Spot bunga tersebut viral setelah seseorang berfoto dan mengunggahnya di media sosial. Bunga pikok tersebut sebenarnya untuk kiriman ke luar kota.

”Awalnya sebenarnya nggak ada niatan dijadikan wisata, baru seminggu ini rame,” kata Sugeng, Sabtu (20/7). Karena viral di media sosial akhirnya pengunjung berbondong-bondong berfoto di lahan bunga tersebut. Apalagi bunga pikok itu sedang mekar dengan beberapa warna, yakni putih, merah dan ungu.

“Saya tidak mematok harga tiket masuk, hanya saja pengunjung yang akan berfoto diharuskan membeli satu ikat bunga pikok. Satu ikat dihargai Rp 20 ribu untuk dua orang,” jelas Sugeng.

Menurut Sugeng, hal yang menyebabkan tempat miliknya viral di medsos ketika orang berfoto dengan membawa satu ikat bunga pikok yang warnanya beragam. “Jadi kami jual untuk bisa dipakai foto pengunjung,” ujarnya.

Sugeng menyebutkan lahan bunga itu memiliki luas sekitar 700 meter persegi. Biasanya bunga pikok dibuat untuk dekorasi dan buket. ”Warga Pandanrejo sebenarnya banyak yang menanam bunga tersebut, hanya saja lahan bung aini berada di pinggir jalan raya, sehingga mudah terlihat oleh pengunjung,” jelas Sugeng.

Dalam sehari pihaknya bisa menjual 150 hingga 200 ikat bunga pikok. ”Kalau masa tanamnya tiga bulan dari mulai ditanam hingga dipanen,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.