KabarBaik.co, Malang,- Arema FC tampaknya benar-benar menunjukkan keseriusannya dalam menatap sisa laga putaran kedua Super League 2025/2026. Tak ingin sekadar bertahan di papan tengah, Singo Edan bergerak cepat di sisa bursa transfer dengan mendatangkan dua pemain anyar di sektor krusial. Yakni, lini depan dan penjaga gawang.
Langkah paling menyita perhatian adalah perekrutan striker asal Brasil, Joel Vinicius Silva Dos Anjos. Penyerang yang sebelumnya memperkuat Borneo FC itu resmi menjadi bagian Arema FC sebagai jawaban atas kebutuhan ketajaman di lini serang.
Berdasarkan data, Joel Vinicius termasuk bukan nama sembarangan. Dari 18 penampilannya bersama Borneo FC di Super League musim ini, dia sukses mencatatkan 7 gol dan 2 assist. Angka ini menjadi catatan yang menunjukkan efektivitas serta konsistensinya sebagai ujung tombak.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa kedatangan Joel merupakan hasil evaluasi mendalam bersama tim pelatih. “Kami membutuhkan pemain depan dengan karakter menyerang yang kuat dan mampu berkontribusi secara kolektif. Joel Vinicius memenuhi kriteria itu, baik dari segi kualitas, pengalaman, maupun adaptasinya terhadap kompetisi,” ujar Yusrinal dilansir dari laman resmi Arema.
Tak main-main, Arema FC langsung mengikat Joel dengan kontrak jangka panjang hingga 2027. Manajemen berharap sang bomber bisa menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang klub sekaligus motor gol di sisa musim ini.
Tak berhenti di lini depan, Arema FC juga memperkuat sektor pertahanan dengan mendatangkan Gianluca Claudio Pandeynuwu. Kiper muda milik Persis Solo itu direkrut dengan status peminjaman hingga akhir musim, guna menambah kedalaman skuad di posisi penjaga gawang.
Menurut Yusrinal, perekrutan Gianluca juga dilandasi kebutuhan tim setelah evaluasi menyeluruh. “Posisi penjaga gawang kami nilai masih perlu tambahan. Kesepakatan ini terjalin setelah komunikasi yang baik antara Arema FC dan Persis Solo,” jelasnya.
Manajemen berharap Gianluca mampu beradaptasi dengan cepat, bersaing secara sehat, dan memanfaatkan peluang menit bermain untuk memberikan kontribusi maksimal bagi Singo Edan.
Dengan hadirnya Joel Vinicius di lini depan dan Gianluca Pandeynuwu di bawah mistar, Arema FC kini memiliki amunisi tambahan untuk menghadapi ketatnya persaingan Super League 2025/26. Dukungan penuh Aremania pun diharapkan menjadi energi ekstra agar Singo Edan bisa bangkit dan meraih hasil terbaik di paruh kedua musim.
Performa Naik-Turun
Musim Super League 2025/2026 ini memang menjadi babak baru penuh tantangan bagi Arema FC. Sejak kompetisi dimulai Agustus 2025, Singo Edan menunjukkan performa yang penuh dinamika. Terkadang memukau, namun tidak jarang juga membuat kecewa para pendukungnya.
Pada pekan pertama, Arema membuka musim dengan kemenangan meyakinkan 4‑1 atas PSBS Biak, di mana penyerang andalan Dalberto mencetak hattrick dan memperlihatkan tajinya lini depan tim ini. Kemenangan tersebut sempat membawa mereka berada di deretan atas klasemen untuk sementara waktu.
Namun, perjalanan musim ini tidak semudah yang dibayangkan. Seiring berjalannya kompetisi, posisi Arema di klasemen mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Di tengah persaingan ketat liga, tim Singo Edan sempat menempati posisi tujuh klasemen selepas kemenangan 2‑1 atas Semen Padang di pekan ke‑11, sebuah bukti bahwa Arema mampu bersaing di papan atas ketika berada dalam ritme permainan terbaiknya.
Sayangnya, momentum positif itu tidak bertahan lama. Di paruh putaran kedua, Arema kerap terseok‑seok mengumpulkan poin maksimal. Hasil imbang 2‑2 dalam Derbi Jawa Timur kontra Madura United menggambarkan betapa sulitnya tim ini memaksimalkan laga kandang demi tiga poin penuh, sekaligus memperlihatkan tantangan konsistensi yang masih membayang sepanjang musim.
Memasuki laga ke‑18, performa Arema kembali menurun setelah mereka dipaksa menyerah 2‑0 oleh Dewa United, yang di antaranya diborong oleh dua gol Alex Martins. Kekalahan ini membuat Arema tertahan di posisi ke‑11 klasemen sementara Super League, dengan poin yang berada di bawah beberapa pesaing langsungnya.
Dilihat dari klasemen secara umum, Super League musim ini menunjukkan kompetisi yang sangat kompetitif di antara tim‑tim papan atas. Borneo FC menghadirkan persaingan ketat di puncak klasemen, sementara setiap poin di papan tengah — termasuk poin yang diperjuangkan oleh Arema — menjadi krusial untuk menentukan nasib di paruh kedua musim.
Perjalanan Arema musim ini juga memiliki sisi menarik lain. Dominasi relatif yang dinikmati tim ini dalam pertandingan tandang. Hingga pekan ke‑14, Arema diketahui belum menelan kekalahan dalam sejumlah pertandingan tandang yang dijalani, menunjukkan bahwa performa mereka di luar kandang seringkali membawa poin berharga. Hal ini menjadi catatan tersendiri dalam evaluasi musim, bahwa karakter juang tim tidak padam saat bermain jauh dari Stadion Gajayana.
Dibandingkan dengan musim‑musim sebelumnya, tren performa Arema menunjukkan pergeseran yang menarik. Di musim 2024/25, Arema finis sebagai tim papan tengah setelah melalui perjalanan kompetisi yang cukup stabil tetapi kurang konsisten untuk menembus papan atas klasemen akhir. Di musim itu, Arema mencatatkan jumlah kemenangan dan kekalahan yang hampir seimbang, mencerminkan sebuah tim yang kompetitif tetapi belum menyentuh level elite liga.
Musim 2023/24 bahkan lebih menantang, ketika tim ini berada di posisi yang lebih rawan di klasemen, bermain di bawah tekanan dan sempat berada dekat zona degradasi. Perbandingan ini menunjukkan bahwa meskipun pada 2025/26 Arema belum konsisten di papan atas, ada perkembangan dalam kualitas tim bila dibandingkan dengan musim‑musim yang lalu, terutama dalam kemampuan mencuri poin, bertahan di laga tandang, dan menunjukkan karakter ketika menghadapi lawan berat. (*)






