KabarBaik.co, Malang- Arema Malang kembali gagal meraih kemenangan setelah takluk 1-2 dari tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan kompetisi di Stadion PKOR Way Halim, Bandarlampung, Selasa (10/3). Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Singo Edan yang tidak pernah menang dalam empat pertandingan terakhir.
Pelatih Arema, Marcos Santos, menilai kekalahan timnya tidak lepas dari sejumlah keputusan wasit yang menurutnya merugikan Arema sepanjang pertandingan.
“Pertandingan melawan Bhayangkara berlangsung sulit, bukan hanya karena kualitas lawan, tetapi juga kepemimpinan wasit yang memengaruhi jalannya laga,” kata Marcos seusai pertandingan.
Dalam laga tersebut, Arema sebenarnya tampil cukup baik pada awal pertandingan. Tim tamu bahkan mampu membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Joel Vinicius pada menit 45+1 setelah memanfaatkan umpan sundulan Dalberto di dalam kotak penalti.
Namun situasi berubah menjelang akhir babak pertama. Arema harus bermain dengan 10 orang setelah Pablo Oliveira diganjar kartu merah pada menit 45+8.
Unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Bhayangkara pada babak kedua. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah gol penyama kedudukan lewat sundulan Privat Mbarga pada menit ke-74.
Masalah Arema semakin bertambah setelah Dalberto juga mendapat kartu merah pada menit ke-70, membuat tim tamu harus melanjutkan laga dengan sembilan pemain.
Kondisi itu membuat Bhayangkara semakin leluasa menekan. Pada menit ke-86, Moussa Sidibe memastikan kemenangan tuan rumah lewat eksekusi penalti setelah Dendy Sulistyawan dijatuhkan di kotak penalti.
Marcos Santos mengaku menghormati keputusan wasit, namun ia mempertanyakan konsistensi pengadil lapangan dalam pertandingan tersebut.
“Saya pernah melatih di liga Italia dan Libertadores, tetapi saya tidak pernah melihat kepemimpinan wasit seperti ini. Tapi saya tetap menghormati keputusan wasit,” ujarnya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Marcos tetap memberikan apresiasi kepada para pemain Arema yang dinilainya telah berjuang hingga peluit panjang berbunyi meski harus bermain dengan sembilan orang.
Kekalahan ini membuat Arema tertahan di posisi ke-11 klasemen sementara dengan 31 poin dari 25 pertandingan, sedangkan Bhayangkara naik ke peringkat keenam dengan 41 poin. Menggeser Persebaya Surabaya yang turun ke posisi 7 dengan 39 poin dari 15 laga.
Tren tanpa kemenangan dalam empat laga terakhir itupun menjadi pekerjaan rumah besar bagi Singo Edan untuk segera bangkit di laga-laga berikutnya. (*)






