ASDP Terapkan Kebijakan Sterilisasi di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi: Ada Face Recognition, Asongan Wajib Rompi

oleh -92 Dilihat
IMG 20260805 WA0036 scaled
Pedagang asongan memakai rompi kuning di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

 

KabarBaik.co, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menerapkan kebijakan sterilisasi area Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi per hari ini (5/8). Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan standar keselamatan, keamanan, serta kenyamanan pengguna jasa pelayaran.

Penerapannya berupa pendataan seluruh individu, penerapan pemeriksaan identitas, hingga penataan ulang alur pergerakan masyarakat di lingkungan kawasan pelabuhan penyeberangan.

Selain di Pelabuhan Ketapang, sterilisasi ini juga berlaku di lima pelabuhan lain, seperti Pelabuhan Gilimanuk, Merak, Bakauheni, Kayangan, dan Lembar.

Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry, Rio Lasse mengatakan, seluruh stakeholder penyeberangan sepakat untuk mewujudkan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk jauh lebih aman dan teratur.

“Kita berharap upaya sterilisasi melalui sinergi seluruh pihak ini bisa mewujudkan pelabuhan aman, nyaman, serta mengedepankan aspek keselamatan pelayaran,” ujar Rio di Banyuwangi.

Sterilisasi ini ditujukan untuk membangun budaya sadar keselamatan bagi para penumpang maupun seluruh petugas lapangan. Selain itu juga pembenahan fasilitas teknis.

Kini, seluruh pekerja pelabuhan hingga pedagang asongan diwajibkan menggunakan identitas resmi serta rompi khusus guna memudahkan proses verifikasi data di lapangan.

“Disini kita mulai mengedukasi pengguna jasa, termasuk kita semua disini, baik petugas kemudian bapak ibu pedagang asongan juga sudah mulai memakai rompi kuning. Jadi semua sudah terdata dan semua sudah sama-sama sepakat untuk mendukung,” tambah Rio.

Ia menambahkan, penyaringan pengguna jasa diterapkan sejak pintu masuk melalui teknologi face recognition atau verifikasi wajah, serta validasi tiket yang wajib sesuai dokumen identitas penumpang.

Kebijakan sterilisasi ini didukung penuh pemangku kepentingan, mulai KSOP, BPTD, pemda, hingga pengusaha kapal demi menjaga konsistensi keselamatan pelayaran jangka panjang.

Sekjen DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) Aminuddin Rifai, yang turut hadir menegaskan bahwa program ini bertujuan mengubah budaya masyarakat agar keselamatan terjamin sejak pintu masuk hingga ke tujuan.

“Kami dari asosiasi mendukung penuh kebijakan ini demi terciptanya standar keselamatan penyeberangan yang lebih teratur dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menurut dia, sterilisasi pelabuhan ini sudah diwacanakan sejak 10 tahun lalu, dan hari ini akhirnya bisa diterapkan.

“Kami berharap program ini bisa berjalan terus menerus. Bukan hari ini saja, 2 bulan atau 3 bulan. Tapi selamanya. Sehingga pengguna jasa masuk ke pelabuhan merasa aman, nyaman, serta mengedepankan keselamatan,” tutur dia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.