KabarBaik.co, Sidoarjo – Ruas jalan di simpang empat Bypass Krian yang seharusnya menjadi jalur nyaman bagi pengendara justru menyimpan potensi bahaya. Tepatnya di sisi selatan lampu lalu lintas, jalur barat bagi pengendara dari arah selatan menuju barat, kondisi aspal terlihat rusak dan tidak normal.
Kerusakan tersebut bukan berupa lubang atau permukaan jalan yang bergelombang, melainkan aspal yang menggembung membentuk gundukan. Diduga, kondisi ini terjadi akibat paparan panas matahari yang tinggi serta sering dilintasi kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL).
Tak hanya di sisi selatan, kerusakan serupa juga tampak di sisi utara traffic light simpang empat Bypass Krian. Di bagian tengah jalan terlihat adanya gundukan aspal rusak, meski kondisinya tidak separah yang berada di sisi selatan. Namun demikian, keberadaan gundukan tersebut tetap berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Gundukan aspal ini dinilai sangat berisiko, terutama bagi pengguna sepeda motor. Bahaya semakin meningkat pada malam hari karena kondisi jalan sulit terlihat dan dapat menyebabkan pengendara kehilangan keseimbangan saat melintas.
Salah satu pengguna jalan, Rahman, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia menilai kerusakan yang terjadi tidak seperti umumnya jalan rusak.

“Kalau jalan berlubang itu masih lumrah. Tapi ini beda, aspalnya seperti menggembung,” kata Rahman saat ditemui, Selasa (4/2).
Ia bahkan menyamakan kondisi jalan tersebut dengan istilah “aspal hamil” karena bentuknya menyerupai gundukan menyerupai polisi tidur. “Biasanya aspal rusak itu berlubang, retak, atau pecah. Kalau ini kesannya seperti hamil atau gundukan polisi tidur,” ujarnya.
Rahman berharap dinas terkait segera melakukan perbaikan, mengingat simpang empat Bypass Krian merupakan akses penting bagi arus lalu lintas dari berbagai arah, khususnya dari selatan menuju barat.
“Jalan seperti ini seharusnya segera diperbaiki karena bisa membahayakan pengguna jalan. Saya berharap dinas terkait segera turun tangan sebelum terjadi kecelakaan,” pungkasnya. (*)






