KabarBaik.co, Jember – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi keuangan nasional, khususnya di kalangan generasi muda.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam kuliah umum literasi keuangan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri asuransi di Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, Senin (16/2).
Kegiatan yang diikuti lebih dari 300 mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara regulator, industri, dan asosiasi asuransi, yakni Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), serta Dewan Asuransi Indonesia (DAI), dalam memperluas pemahaman finansial masyarakat, khususnya generasi muda.
Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma bersama Direktur Kepatuhan Rudy Kamdani hadir sebagai pembicara dalam dialog literasi keuangan yang juga melibatkan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber menekankan pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia dini, mulai dari perencanaan keuangan, pengelolaan risiko, hingga pemanfaatan proteksi asuransi sebagai fondasi membangun ketahanan finansial di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Tidak hanya melalui sesi diskusi, AXA Mandiri juga menghadirkan booth literasi keuangan yang menyediakan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dapat memahami secara praktis manfaat perlindungan asuransi serta pentingnya manajemen risiko dalam kehidupan sehari-hari.
Sepanjang 2025, AXA Mandiri tercatat telah menyelenggarakan sedikitnya 14 kegiatan literasi keuangan yang menjangkau sekitar 2.400 penerima manfaat dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, mahasiswa, hingga karyawan.
Program-program tersebut menitikberatkan pada peningkatan pemahaman perlindungan finansial guna memperkuat ketahanan ekonomi keluarga maupun usaha.
AXA Mandiri meyakini kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, dan institusi pendidikan menjadi kunci dalam memperluas literasi keuangan secara merata di Indonesia.
Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung edukasi finansial nasional agar masyarakat semakin siap mengelola keuangan dan menghadapi berbagai risiko ekonomi secara lebih bijak.







