Bak Plot Twist Drama, Jejak Pembunuh Bocah SD Al Azhar Terungkap di Satu Kompleks

oleh -469 Dilihat
HA PALEMBANG
HA, pelaku tersangka pembunuhan MA sekaligus spesialis pencuri rumah mewah kosong (lingkaran merah) berhasil ditangkap tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banyen. (Foto IST)

KabarBaik.co- Hampir tiga pekan, polisi intensif menelusuri jejak kasus pembunuhan sadis Muhammad Axle, 9, anak bungsu politikus PKS Maman Suherman. Tubuh korban ditemukan bersimbah darah di rumah mewahnya di Perumahan BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, pada 16 Desember 2025. Luka tusuk dan pukulan benda tumpul menjadi saksi bisu tragedi berdarah itu. CCTV mati, tidak ada barang yang hilang, dan saksi terbatas membuat penyelidikan seolah buntu.

Selama berminggu-minggu, penyidik terus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi. Setidaknya ada 22 saksi. Dengan dibantu Polda Banten, polisi pun memetakan TKP dengan teliti. Namun, belum juga ada yang bisa mengarahkan polisi ke pelaku. Sempat mengemuka spekulasi ’’orang dalam’’ atau ’’orang dekat’’ dengan dugaan motif sakit hati. Media-media pun terus running memberitakan. Misteri itu tentu membuat polisi ’’pusing’’, sementara pihak keluarga dan warga bertanya-tanya siapakah dalang di balik kejahatan keji dengan korban pelajar kelas IV SD Islam Al Azhar 40 Cilegon itu.

Dan, seperti plot twist dalam sebuah drama. Plot twist pertama terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026. Tiba-tiba muncul kasus pencurian dengan pelaku HA. Pemuda 31 tahun menyatroni rumah mewah Roisyudin Sayuri, mantan anggota DPRD Kota Cilegon, di kawasan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus. Rumah ini sedang kosong. Ditinggal pemiliknya yang disebut sedang liburan tahun baru. Namun, ada seorang asisten rumah tangga (ART). Saat itu, ia sedang membersihkan rumah majikannya.

Bisa jadi HA tidak sadar bahwa ada orang dalam rumah. Begitu mengetahui ada pencuri masuk ke dalam rumah, ART spontan berteriak. Teriakan minta tolong itu menggema, menarik perhatian warga. Dalam kepanikan, HA disebut tergelincir dari tangga, lalu mencoba sembunyi, namun akhirnya ditangkap oleh aparat dan warga, yang sebelumnya mengepung. Suasana menegangkan tersebut juga terekam dalam video yang banyak beredar di beranda-beranda media sosial.

Diketahui, aksi HA di rumah Roisyudin Sayuri yang akhirnya membuatnya tertangkap itu upaya pencurian kali kedua. Pertama, pada 28 Desember 2025. Saat itu, HA sukses mengambil perhiasan dan meninggalkan sebuah brankas. Kabarnya, brankas itu maunya hendak digondol juga. Namun, terlalu berat hingga ditinggalkan. Nah, aksi pencurian kali kedua pada 2 Januari 2026, maunya dia mengambil barang dalam brankas itu. Namun, justru dari sinilah kejahatan besar terbongkar. Andai saja tidak berniat mendatangi rumah ini lagi, bisa jadi ceritanya lain dan misteri makin panjang.

Yang membuat detik-detik ini dramatis adalah fakta bahwa penangkapan ini awalnya dianggap terkait pencurian biasa, namun interogasi kemudian mengungkap twist besar. HA juga pembunuh Muhammad Axle. Petunjuk selama tiga minggu yang membingungkan ternyata berujung pada penangkapan yang terjadi dan terbilang secara tidak sengaja. Bukan di rumah korban pembunuhan, tetapi di rumah lain di kompleks yang sama.

Polisi lantas menelusuri indekos HA di Perumahan Bumi Rakata, Kelurahan Ciwedus, dan menemukan sejumlah perhiasan serta barang berharga hasil kejahatan. Sebagian bahkan ditanam di bawah pot bunga. Fakta tambahan yang juga mengejutkan, semua lokasi kejadian—rumah Axle di BBS 3, rumah Roisyudin di Pabuaran, dan tempat indekos HA—sejatinya berdekatan. Hanya berjarak 2–4 km saja. BBS 3 dan Bumi Rakata berada di kelurahan bersebelahan (Ciwaduk dan Ciwedus), sementara Pabuaran lebih dekat lagi. Tiga kejahatan serius dan keji ini terjadi dalam satu kompleks wilayah, memperlihatkan bagaimana HA seolah bergerak dengan cepat dan cerdik di area yang sempit.

Kasus ini menunjukkan betapa dramatis dan kompleksnya kejahatan HA. Plot twist “tertangkap secara tidak sengaja saat mencuri di rumah tetangga” bukan hanya membuka misteri tiga minggu penyelidikan, melainkan juga mengungkap fakta bahwa ketiga kejahatan keji ini terjadi dalam satu kompleks wilayah yang sama, di area yang dianggap sebagian orang aman.

Kini, polisi terus mendalami motif HA. Termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Kabarnya, selama ini HA juga dikenal bekerja di sebuah perusahaan swasta besar di wilayah Cilegon. Yakni, PT Chandra Asri. Namun, kepastiannya detailnya, menunggu konferensi pers dari Polres Cilegon atau Polda Banten.

Yang jelas, penangkapan HA menjadi pelajaran lain. Di balik kehidupan mapan bisa tersimpan sisi gelap yang mengerikan, dan kadang, keberuntungan serta kesigapan warga menjadi kunci mengungkap misteri yang tampaknya mustahil dipecahkan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.