Baluran Cross Aquathlon 2025, Menggali Permata Tersembunyi Situbondo Lewat Sport Tourism

oleh -251 Dilihat
IMG 20251226 WA0039
Kegiatan Baluran Cross Aquathlon. (Ist)

KabarBaik.co – Gemuruh ombak di Pantai Bilik Sijile, kawasan Baluran Barat, menjadi saksi lahirnya ikon baru pariwisata Situbondo. gelaran Baluran Cross Aquathlon 2025 sukses memadukan ketangkasan fisik dengan pesona alam liar, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi wilayah yang selama ini jarang terjamah.

Ajang prestisius ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Situbondo, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Situbondo, dan Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Timur.

Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah yang akrab disapa Mbak Ulfi menjelaskan bahwa pemilihan Baluran Barat merupakan langkah strategis untuk memeratakan kunjungan wisata. Selama ini, wisatawan lebih mengenal sisi timur seperti Savana Bekol dan Pantai Bama.

“Sisi barat menyimpan potensi luar biasa yang belum tergarap maksimal. Melalui ajang ini, kami ingin mendorong sport tourism sekaligus menyiapkan Baluran Barat sebagai venue triathlon level internasional,” ujar Mbak Ulfi, Jumat (26/12).

Menurutnya, manfaat ekonomi bagi warga lokal adalah prioritas utama. Potensi bahari Baluran Barat, mulai dari terumbu karang sepanjang lima kilometer hingga kawasan ekowisata di Jedding dan Pantai Kakapa, kini mulai dipromosikan secara masif.

“Selain laut, kami punya wisata jeep menyusuri savana, fasilitas glamping, hingga fenomena unik ribuan sapi berbaris di pesisir Dusun Merak saat malam hari. Semuanya adalah paket wisata minat khusus yang menjanjikan,” tambahnya.

Pionir Cross Aquathlon di Indonesia
Ketua FTI Jawa Timur, Anastasia Kirana, mengungkapkan bahwa Baluran Cross Aquathlon 2025 mencatatkan sejarah sebagai ajang cross aquathlon pertama di Indonesia. Perbedaannya terletak pada lintasan lari yang sepenuhnya menggunakan jalur alam, bukan aspal.

“Dari 145 pendaftar, sebanyak 136 atlet dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Kalimantan Timur berhasil masuk starting list. Pantai Sijile sangat ideal karena arusnya tenang, jalur larinya steril, dan panoramanya sangat ikonik dengan latar pegunungan,” jelas Anastasia.

Tak hanya soal kompetisi, FTI juga fokus pada pembinaan usia dini. Anak-anak usia 9–10 tahun yang ikut serta dalam ajang ini diproyeksikan sebagai bibit unggul untuk menuju Youth Olympic Games 2030.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Situbondo, Armand Van Kempen, menilai karakteristik alam Baluran Barat sangat kompetitif untuk cabang olahraga berbasis alam (outdoor sports).

“Ini bukan sekadar lomba, tapi proses jangka panjang menjadikan Situbondo sebagai destinasi sport tourism unggulan. Ketika olahraga dan pariwisata berjalan beriringan, masyarakatlah yang akan merasakan dampak ekonominya secara langsung,” pungkas Armand.

Dengan suksesnya ajang ini, Baluran Barat kini tak lagi sekadar latar belakang pemandangan, melainkan etalase kekuatan baru Situbondo dalam peta pariwisata dan olahraga nasional. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.