KabarBaik.co – Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) terus menyasar hingga akar rumput. Sosialisasi terbaru digelar di Desa Kemiri, Kecamatan Sidoarjo, Minggu (22/6). Komisi IX DPR RI menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam kegiatan ini.
Hadir langsung anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina. Ia didampingi Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kemendukbangga Nyigit Wudi Amini, serta anggota DPRD Sidoarjo Sutaji. Ratusan warga desa turut memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Arzeti menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif perempuan di Sidoarjo yang dinilainya menjadi kunci sukses percepatan penurunan angka stunting.
“Penurunan stunting di Sidoarjo sangat cepat. Ini bukan sekadar kerja pemerintah, tapi buah dari kesadaran kolektif masyarakat, terutama ibu-ibu. Saya salut, ibu-ibu Sidoarjo luar biasa!” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan manusia harus dimulai dari keluarga yang sehat dan terencana. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk ambil bagian, mulai dari edukasi gizi, pengasuhan anak, hingga perencanaan keluarga yang matang.
Sementara itu, Nyigit Wudi Amini dalam paparannya menekankan pentingnya pengasuhan sejak dini. Ia menyebut kualitas parenting berpengaruh besar terhadap kecerdasan dan kepekaan sosial anak.
“Orang tua yang hadir dan terlibat akan mencetak anak-anak yang tangguh. Tidak hanya pintar, tapi juga punya karakter dan empati,” jelasnya.
Ia juga memperkenalkan dua program andalan BKKBN yang tengah digalakkan, yakni GATI (Gerakan Ayah Terlibat) dan Sidaya Lansia (Lansia Berdaya). GATI mendorong ayah untuk aktif dalam pengasuhan, tak sekadar menjadi pencari nafkah. Sementara Sidaya Lansia dirancang untuk menjaga produktivitas dan kebugaran para lansia.
Metode kontrasepsi pria seperti MOP (Metode Operasi Pria/vasektomi) juga dikenalkan sebagai bagian dari pemerataan tanggung jawab dalam keluarga berencana. “Lansia bukan beban. Justru mereka bisa jadi penggerak sosial yang inspiratif. Kita dukung agar tetap aktif dan sehat,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehamilan yang direncanakan, termasuk menghindari 4T: Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak. Warga Desa Kemiri menyambut baik sosialisasi ini. Mereka berharap kegiatan serupa digelar rutin dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (*)







