KabarBaik.co, Jember – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur memicu bencana hidrometeorologi di Kabupaten Jember. Pada Senin malam (2/2), banjir bandang berkekuatan cukup besar menerjang permukiman warga di Kecamatan Panti dan Kecamatan Rambipuji.
Musibah ini mengakibatkan kerusakan rumah, puluhan warga mengungsi, dan satu orang dilaporkan hilang terseret arus sungai.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo mengatakan bahwa hujan dengan intensitas sedang mulai mengguyur daerah hulu sungai Badean (daerah Pakel) dan Desa Pakis sejak pukul 14.00 WIB.
“Memasuki pukul 16.30 , debit air sungai terpantau naik drastis dengan warna coklat pekat dan berlumpur. Puncaknya, di jam 19.40, arus deras yang membawa material lumpur, potongan bambu, dan kayu meluap ke pemukiman warga di bantaran sungai,” kata Edy saat dikonfirmasi pada Selasa (3/2).
Menurut Edy, dampak terparah dilaporkan terjadi di Desa Pakis, Kecamatan Panti. Bahkan dikabarkan ada satu warga atas nama Wahid (Staf Seksi Pelum Kecamatan Panti/Mantan Sekdes Pakis) dilaporkan terseret arus dan hingga kini masih dalam proses pencarian.
“Selain itu, ada 6 rumah terendam lumpur setebal 15 cm, sementara 30 rumah lainnya terpapar material lumpur di area halaman.
Sementara itu, di Kecamatan Rambipuji, tepatnya di Dusun Tembelang, Desa Pecoro, tercatat 2 rumah terendam lumpur setebal 40 cm dan terdapat barongan bambu yang roboh melintang di aliran sungai.
“Hingga pukul 23.50 WIB, TRC masih melakukan penanganan di lapangan. Fokus utama kami adalah pencarian korban dan pengamanan warga di area sungai serta pendataan,” ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. (*)






