KabarBaik.co – Luapan air bercampur lumpur kembali mengganggu aktivitas warga Dusun Beru, Desa Bumiaji, Kota Batu. Atas kondisi itu, Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto turun langsung ke lokasi pada Minggu (4/1) untuk memastikan penanganan cepat sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang.
Meski peninjauan dipusatkan di Dusun Beru, Pemerintah Kota Batu menegaskan penanganan dilakukan secara menyeluruh di dua titik rawan luapan air, yakni Desa Bumiaji dan Desa Bulukerto. Peninjauan tersebut turut melibatkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, serta jajaran Kecamatan Bumiaji.
Langkah ini diambil untuk merespons cepat keluhan warga akibat debit air tinggi yang kerap membawa lumpur, sampah, dan material kayu saat hujan deras. Sebagai langkah awal penanganan jangka panjang, Wali Kota Batu yang akrab disapa Cak Nur menginstruksikan DPUPR segera melakukan pemetaan kawasan terdampak melalui pengambilan foto udara.
“Pengambilan foto udara ini penting untuk memetakan kondisi sungai dan kanal banjir yang sudah ada. Dari data tersebut, pemerintah dapat menyusun langkah intervensi yang tepat, termasuk opsi penambahan kanal atau sudetan untuk memecah debit air,” ujar Cak Nur, Senin (5/1).
Namun demikian, Cak Nur menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Ia menyoroti alih fungsi lahan di kawasan hulu sebagai faktor utama yang memperparah banjir lumpur. “Penanganan banjir harus disertai kesadaran bersama. Pengelolaan kawasan hulu dan kepatuhan terhadap aturan pemanfaatan hutan sangat menentukan keselamatan warga di wilayah bawah,” tegasnya.
Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Batu pada Minggu sore (4/1) kemarin memicu banjir luapan di tiga titik wilayah Kecamatan Bumiaji. Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kota Batu, banjir terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Purwosenjoto Desa Bulukerto, Jalan Banaran Desa Bumiaji, dan Jalan Raya Sumbergondo Desa Sumbergondo.
Di Jalan Purwosenjoto, Desa Bulukerto, luapan Sungai Ledok merendam lima rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Satu keluarga dilaporkan mengungsi demi keselamatan. Sementara di Jalan Banaran, luapan Sungai Paron menggenangi jalan sepanjang 200 meter dengan endapan lumpur setebal sekitar 20 sentimeter, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
Kondisi serupa terjadi di Jalan Raya Sumbergondo akibat luapan Sungai Sengonan yang menutup badan jalan sepanjang 100 meter dengan endapan lumpur setebal 15 hingga 20 sentimeter.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, menjelaskan bahwa banjir dipicu hujan lebat berdurasi cukup lama dan diperparah oleh sumbatan sampah di aliran sungai.
“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit sungai meningkat cepat. Di beberapa titik ditemukan sumbatan sampah sehingga air meluap ke permukiman dan jalan,” jelas Suwoko. BPBD bersama petugas gabungan langsung melakukan kaji cepat, pembersihan lumpur, penyedotan air di rumah warga, serta membuka sumbatan aliran sungai. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pemerintah Kota Batu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya warga di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, mengingat potensi hujan masih tinggi. Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan untuk tindak lanjut pascabencana, termasuk rencana normalisasi dan pengerukan sungai. (*)






